fatwa albani pro yahudi

31 Okt

Jurnal al-Hars al-Wathani, Saudi Arabia, pada edisi 134, Rabiul Akhir 1414/Oktober 1993, mempublikasikan fatwa Syaikh Nashir al-Albani: “Penduduk Palestina yang bermukim di daerah-daerah pendudukan Israel, wajib meninggalkan kampong halamannya dan menyerahkannya kepada Yahudi. Karena penduduk Palestina selalu diganggu oleh Yahudi/Israel dalam hal agama, harga diri dan harta bendanya. Sebagaimana Rasul SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah”. Fatwa al-Albani, yang diklaim oleh Wahabi lebih ailm dalam bidang fiqih dan lebih banyak hafal hadits dari pada Imam al-Bukhari dan Muslim, ini menjadi bukti yang sangat kuat bahwa al-Albani berada di pihak Israel/Yahudi, dan termasuk pengkhianatan terhadap Islam. Bukankah ajakan agar warga Palestina meninggalkan kampung halamannya adalah cita-cita Israel. Sedangkan menyamakan penduduk Mekkah dengan penduduk Palestina, jelas analogi yang keliru. Bagaimana seandainya Israel berhasil menguasai Palestina, lalu berusaha menguasai Mesir, Suriah, Yordania dan Lebanon, apakah umat Islam di sana akan difatwakan wajib meninggalkan kampung halamannya dan menyerahkannya kepada Yahudi dan Israel???

pentholan wahabi saling membodohkan

22 Okt

DILEMA MENGAKUI AL-ALBANI SEBAGAI AHLI HADITS, MEROBOHKAN FONDASI AJARAN WAHABI DARI AKARNYA

Di satu sisi kaum Salafi-Wahabi menganggap Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi sebagai pimpinan aliran mereka, dan memberinya gelar al-Imam Syaikhul Islam. Di sisi lain, Salafi-Wahabi juga menganggap al-Albani sebagai ahli hadits terkemuka Salafi-Wahabi abad modern. Di sini pasti menimbulkan persoalan. Mengapa demikian? diam-diam al-Albani memvonis Syaikh Ibnu Abdil Wahhab an-Najdi, sang pendiri Salafi-Wahabi, sebagai orang yang tidak pernah menekuni ilmu hadits dan bodoh terhadap mana hadits yang shahih dan mana yang dha’if. Oleh karena itu, masih kata al-Albani, Ibnu Abdil Wahhab an-Najdi juga menyampaikan hadits-hadits yang menjerumuskan pada kesyirikan dalam akidah.
Nah, di sini al-Albani telah menampar pendiri Salafi-Wahabi dua kali, pertama tamparan bodoh dalam ilmu hadits, dan kedua menuduhnya menyebarkan kesyirikan.
Tak ayal, demi membela pendiri Salafi-Wahabi, Syaikh Ismail al-Anshari menulis bantahan terhadap al-Albani, sebagaimana dalam gambar di atas. Kitab bantahan tersebut telah disebarkan di dunia maya oleh kaum Salafi-Wahabi. Tentu saja, al-Anshari juga memvonis al-Albani bodoh juga. Walhasil, kesimpulan dari artikel ini, pendiri Salafi-Wahabi seorang yang bodoh dan penebar kesyirikan kata al-Albani, dan al-Albani juga bodoh kata al-Anshari. Kalau Anda kaji lagi dalam tulisan-tulisan al-Albani, Anda akan menemukan hukuman balik al-Albani terhadap al-Anshari. Monggo kaum Salafi-Wahabi menanggapi.

Oleh: Ust.Muhammad Idrus Ramli

MTA Ahlus Sunnah Atau Ahlul Bid’ah? Diskusi Menyingkap Jatidiri MTA, A.Sukino

21 Okt

Soal: Bismillaah, afwan ustadz, majlis tafsir Al-Quran (MTA), apa salafy?

Jawab:

MTA bukan ahlus sunnah wal jamaah, mereka bukan salafy. Ahlus sunnah wal jamaah (salafy) adalah orang-orang yang mengagungkan sunnah Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam sementara MTA, betapa banyak pengingkaran mereka terhadap hadits-hadits Rasulullah saw. Sebagaimana MTA juga banyak menyimpang dalam pokok-pokok keyakinan ahlus sunnah wal jamaah.

Diantara penyimpangan MTA dalam masalah aqidah, mereka mengingkari ru`yatullah (melihat Allah di akherat bagi kaum mukminin) padahal hadits-hadits tentang melihat Allah mencapai derajat mutawatir, lebih dari tigapuluh shahabat meriwayatkannya. Shahabat Jarir bin AbdillahRadhiallahu’anhu dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim berkata:

كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ نَظَرَ إِلَى الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ فَقَالَ أَمَا إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لاَ تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ

Ketika kami sedang bermajelis bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, tiba-tiba beliau memandang bulan purnama, seraya bersabda: “Sesungguhnya kalian akan dapat melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini, dan kalian tidak berdesak-desakkan ketika melihat-Nya.

Diatas keyakinan inilah seluruh para shahabat, tabi’in, atbaut-tabi’in dan seluruh imam Ahlus Sunnah Wal Jamaah seperti Imam Malik, Asy-Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, Al Bukhari, Al-Auza’I dan ulama ahlus sunnah seluruhnya.

Dalam menafsirkan Al-Quran pun MTA tidak menggunakan metode ahlus sunnah wal jamaah dalam tafsir, tidak dibekali ilmu hadits, tidak dibekali pemahaman ahlus sunnah dalam tafsir, mereka lebih mengedepankan akal.

Mereka juga memiliki bai’at bid’ah, diatas baiat itu mereka membangun Al-Wala wal Baro’. Wal hasil, jalan mereka menyelisihi jalan ahlus sunnah wal jama’ah. Dan penyimpangan-penyimpangan lain yang telah menyimpang dari jalan Ahlus sunnah wal jama’ah, Allahul musta’an.

(Dipersilahkan bagi kaum muslimin memberikan masukan, sanggahan, atau informasi tentang MTA semoga semakin memberikan pencerahan kepada kaum muslimin tentang hakekat kelompok baru yang menyimpang dari jalan Ahlus sunnah wal jama’ah, teriring doa semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita dan saudara-saudara kita Amin)

ZIARAH KUBUR PARA WALI DALAM LITERATUR KITAB ULAMA’ SALAF

1 Okt

ZIARAH KUBUR PARA WALI DALAM LITERATUR KITAB ULAMA’ SALAF
๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑

• Disebutkan dalam kitab Tahdzibu At Tahdzib karya Imam Ibnu Hajar, ketika menulis sejarah Imam Ali bin Musa Ar Ridha disebutkan :

قبر الإمام علي بن موسى الرضا زاره جماعة من علماء ومشايخ السنة وعلى رأسهم الحفظ الكبير إمام أهل الحديث في وقته محمد بن إسحاق بن خزيمة ، قال الحاكم في تاريخ نيسابور :

Kubur Imam Ali bin Musa ar Ridha telah diziarahi oleh banyak Ulama’ dan Masyayikhu as sunnah, diantaranya adalah Imam besar Ahli Hadits [yang benar-benar Ahli dalam bidang Hadits] Ibnu Khuzaimah.
(Ibnu Hajar, Tahdzibu At Tahdzib: 7/339)

وسمعت أبا بكر محمد بن المؤمل بن الحسن بن عيسى يقول : خرجنا مع إمام أهل الحديث أبي بكر بن خزيمة ، وعديله أبي علي الثقفي ، مع جماعة من مشايخنا ، وهم إذ ذاك متوافرون إلى زيارة قبر علي بن موسى الرضا عليه السلام بطوس ، قال : فرأيت من تعظيمه يعني ابن خزيمة لتلك البقعة ، وتواضعه لها، وتضرعه عندها ما تحيرنا .

• Disebutkan dalam kitab At Tsiqat karangan Ibnu Hibban ketika mengomentari kubur Al Imam Ar Ridha sebagai berikut:

وقبره بسنا باذ خارج النوقان مشهور يزار بجنب قبر الرشيد قد زرته مرارا كثيرة وما حلت بي شدة في وقت مقامى بطوس فزرت قبر على بن موسى الرضا صلوات الله على جده وعليه ودعوت الله إزالتها عنى إلا أستجيب لي وزالت عنى تلك الشدة وهذا شيء جربته مرارا فوجدته كذلك أماتنا الله على محبة المصطفى وأهل بيته صلى الله عليه وسلم الله عليه وعليهم أجمعين.

” Saya telah mengunjungi kuburannya berkali-kali. Bahkan ketika saya mengalami kesulitan di Thus, saya datang ke kuburnya dan saya berdo’a kepada Allah agar dihilangkan kesusahan itu. Maka hilanglah kesulitan-kesulitan itu”.
(Ibnu Hibban, At Tsiqat: 8/457)

• Disebutkan dalam kitab Tarikh Baghdad Karya al Imam al Hafizh Abu Bakr Ahmad bin Ali; yang lebih dikenal dengan al Khathib al Baghdadi (w 463 H), sebagai berikut:

قبر سلمان الفارسي، قال الخطيب في ترجمته: وحضر فتح المدائن ونزلها حتى مات بها، وقبره الآن ظاهر معروف بقرب إيوان كسرى، عليه بناء، وهناك خادم مقيم لحفظ الموضع وعمارته، والنظر في أمر مصالحه، وقد رأيت الموضع، وزرته غير مرة.

” Al Khatib al Baghdadiy ketika menulis tentang Kubur Salman al Farisi berkata: Dia [Salman Al Farisi] ikut dalam fath al Madain sehingga meninggal disana. Kuburannya sekarang masih ada di dekat Iwan Kisra. Saya telah melihatnya dan mengunjunginya beberapa kali”.
(al Khathib al Baghdadi (w 463 H), Tarikh Baghdad: 1/163)

• Disebutkan dalam kitab Masyahiru Ulama’ al Amshar karya Ibnu Hibban

قبر الصحابي المعروف أبو الدرداء عويمر بن عامر بن زيد الأنصاري، قال الحافظ أبو حاتم بن حبان: وقبره بباب الصغير بدمشق مشهور يزار، قد زرته غير مرة.

Ibnu Hibban ketika menulis tentang Seorang Shahabat nabi Abu Darda’ al Anshari: Dan kuburnya di bab as Shaghir Damaskus yang telah masyhur dan banyak diziarahi, saya telah menziarahinya berkali-kali.
(Ibnu Hibban, Masyahiru Ulama’ al Amshar: 322)

• Disebutkan dalam kitab Thabaqat As Syafiiyyah karya Ibnu Qadhi Syuhbah sebagai berikut:

قال أبو بكر أحمد بن محمد المعروف بابن قاضي شهبة الدمشقي الشافعي في ترجمة أحمد بن علي الهمداني : والدعاء عند قبره مستجاب . طبقات الشافعية لابن قاضي شهبة ج1 ص 158 رقم 14 ط. دار الندوة الجديدة / بيروت سنة 1407هـ – 1987م .

Abu Bakar bin Muhammad ketika menuliskan biografi Ahmad bin Ali Al Hamdani berkata: Berdo’a di kuburnya termasuk mustajab.
(As Subki, Thabaqat As Syafi’iyyah)

• Sebaimana disebutkan dalam kitab Siyaru a’lami an Nubala’ karya Ad Dzahabi sebagai berikut:

والدعاء عند قبره مستجاب. سير أعلام النبلاء ج17 ص 76 ط. مؤسسة الرسالة / بيروت

do’a di kuburnya termasuk mustajab.
(Ad Dzahabi, Siyaru a’lami An Nubala’: 17/76)

• Disebutkan oleh ad Dzahabi dalam kitab Siyaru a’lami an Nubala’ ketika berbicara tentang biografi Abu al Hasan Ali bin Humaid ad Dzahli:

وكان ورعاً تقياً محتشماً يتبرك بقبره. سير أعلام النبلاء ج18 ص 101

Dia seorang yang bertakwa, ditabarruki kuburnya.
(Ad Dzahabi, Siyaru a;lami an Nubala: 18/101)

• Disebutkan juga dalam kitab Takmilatul Ikmal karya Al Hafidz Abu Bakar Muhammad bin Abdul Ghani al Baghdadi dalam menyebutkan biografi Sa’id bin Abi Sa’id Al Jamidi :

وكان شيخاً صالحاً وأبوه، يتبرك بقبره، مشهور بالزهد. تكملة الإكمال ج2 ص 331 ط. جامعة أم القرى / مكة المكرمة سنة 1410 هـ

Sa’id bin Abi Sa’id dan bapaknya adalah seorang Syeikh yang shalih. Ditabarruki kuburnya, terkenal akan kezuhudannya.
(Al Hafidz Abu Bakar Muhammad bin Abdul Ghani al Baghdadi, Takmilatul Ikmal: 2/331)

• Ad Dzahabi dalam kitab siyaru a’lami an Nubala’ berkata dalam biografi Abu al Hasan ali bin Humaid ad Dzuhali:

وكان ورعاً تقياً محتشماً يتبرك بقبره. سير أعلام النبلاء ج18 ص 101

Dia seorang yang wara’ dan ditabarruki kuburnya.

• Ibnu Khallikan menulis dalam kitabnya Wafayatul a’yan ketika menulis biografi Ibnu Faurik:

ودفن بالحيرة، ومشهده بها ظاهر يزار، ويستسقى به، وتجاب الدعوة عنده. وفيات الأعيان ج4 ص 272 رقم 610 ط. دار الفكر / بيروت.

Dia dikuburkan di al Hiirah, masyhadnya banyak diziarahi, istisqa dengannya dan diijabahi do’a disana.
(Ibnu Khallikan, Wa fayatul A’yan: 4/272)

• Ibnu Al Ammad al Hanbali dalam kitabnya Syadzaratu Ad Dzahab ketika menuliskan biografi al Hafidz Shubhi bin Ahmad at Tamimi

والدعاء عند قبره مستجاب. شذرات الذهب ج3 ص 109 وفيات سنة ( 384هـ) ط. دار الكتب العلمية / بيروت .

” Berdo’a di kuburnya termasuk mustajab”.

• Sebagaimana Ibnu Ammad ketika menuliskan biografiAbu Ja’far bin Musa Abdul Khaliq bin Isa, Seorang Syeikh dari madzhab Hanbali:

… ولزم الناس قبره، فكانوا يبيتون عنده كل ليلة أربعاء ويختمون الختمات، فيقال إنه قريء على قبره تلك الأيام عشرة آلاف ختمة … الخ. شذرات الذهب ج3 ص 337 وفيات عام ( 470هـ).

Para manusia berdiam diri di kuburnya, mereka bermalam disana setiap malam Rabu dan mengkhatamkan al Qur’an beberapa khataman.

• Sebagaimana Abu Ya’la al Hanbali dalam kitabnya Thabaqat Al Hanabilah ketika menuliskan biografi Abu al Hasan bin Ali bin Muhammad al Baghdadi:

ومات بآمد سنة سبع أو ثمان وستين وأربعمائة، وقبره هناك يقصد ويتبرك به. طبقات الحنابلة ج2 ص 234 رقم 670 ط. دار المعرفة / بيروت.

“Dia meninggal tahun 467 atau 468, kuburnya banyak didatangi dan ditabarruki”.

MELURUSKAN METODE DA’WAH HIZBUT TAHRIR

30 Sep

Hizbut Tahrir menyeru masyarakat untuk menerapkan syari’at Islam dan ini adalah seruan yang mulia, akan tetapi sangat disayangkan selain menyeru masyarakat untuk menerapkan khilafah Hizb juga mem-provokasi masyarakat agar bersikap antipati terhadap penguasa-penguasa muslim saat ini yang pada akhirnya bisa menyebabkan masyarakat memberontak dengan melakukan kudeta.

Hizbut Tahrir telah melakukan kudeta di beberapa negara Islam, namun qadarullah bahwa Hizbut Tahrir belum pernah berhasil dalam gerakan kudeta mereka.
“ Hizbut Tahrir telah melancarkan beberapa upaya pengambil alihan kekuasaan di banyak negeri-negeri arab, seperti Yordania pada tahun 1969, di Mesir tahun 1973, dan Iraq tahun 1972. Juga di Tunisia, Aljazair, dan Sudan. Sebagian upaya kudeta ini diumumkan secara resmi oleh media massa, sedangkan sebagian lainnya memang sengaja tidak diumumkan ”.

(SUMBER : Nasyrah Hizbut Tahrir, diterjemahkan dari kitab Mafhum al Adalah al Ijtima’iyah, Beirut, cetakan II, 1991, halaman 140-151, dan hal. 266-267,beberapa syabab HT menolak nasyrah ini dan menganggap ini bukan nasyrah karena tidak sesuai dengan definisi nasyrah, namun faktanya hampir semua syabab pernah diberi nasyrah ini karena nasyrah ini adalah acuan bagi daris HT yang ingin mengenal biografi Taqiyyuddin An Nabhani. Meskipun secara de jure menurut HT ini bukanlah nasyrah namun secara de facto ini adalah nasyrah HT).
Padahal kudeta-kudeta ini mereka lakukan bukan tanpa persiapan melainkan dengan persiapan yang cukup lama dan bahkan mereka mengklaim bahwa di Yordania waktu itu hampir di setiap kepala keluarga pasti terdapat minimal satu simpatisan Hizbut Tahrir, namun kenapa kudeta mereka mengalami kegagalan ? Jawabnya adalah karena Allah-subhanahu wa ta’ala-tidak meridhoi mereka, karena cara mereka mengundang pertumpahan darah sesama muslim sama sekali bertentangan dengan ajaran Islam.
Dapat kita lihat bahwa negara-negara yang akan dikudeta oleh Hizb merupakan negara yang dikuasai oleh penguasa-penguasa muslim.

Padahal Nabi bersabda :
1.“Akan ada sepeninggalku nanti para penguasa yang mereka itu tidak berpegang dengan petunjukku dan tidak mengikuti cara/jalanku. Dan akan ada diantara para penguasa tersebut orang-orang yang berhati setan namun berbadan manusia.” Hudzaifah berkata: “Apa yang kuperbuat bila aku mendapatinya?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya engkau mendengar dan menaati penguasa tersebut walaupun punggungmu dicambuk dan hartamu dirampas olehnya, maka dengarkanlah (perintahnya) dan taatilah (dia).” (HR. Muslim dari shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman, 3/1476, no. 1847)

2.“Seburuk-buruk penguasa kalian adalah yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian, kalian mencaci mereka dan mereka pun mencaci kalian.” Lalu dikatakan kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, bolehkah kami memerangi mereka dengan pedang (memberontak)?” Beliau bersabda: “Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Dan jika kalian melihat mereka mengerjakan perbuatan yang tidak kalian sukai, maka bencilah perbuatannya dan jangan mencabut/meninggalkan ketaatan (darinya).” (HR. Muslim, dari shahabat ‘Auf bin Malik, 3/1481, no. 1855)
Pendiri Hizbut Tahrir, yaitu Syeikh Taqiyyuddin an Nabhani mengajarkan kepada para aktifis Hizbut Tahrir bahwa cara da’wah Hizbut Tahrir adalah membuat opini buruk tentang Pemerintah dan disebarluaskan ke masyarakat. Jika pemerintah melakukan kebaikan maka haram disebarluaskan akan tetapi jika pemerintah melakukan kekeliruan maka wajib dicerca habis dan disebarkan ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian diharapkan masyarakat akan benci pemerintah dan mendukung upaya kudeta Hizbut Tahrir jika telah tiba waktunya.
Taqiyyuddin berkata : “ … semestinya aktifitas Hizbut Tahrir yang paling menonjol adalah aktifitas menyerang seluruh bentuk interaksi yang berlangsung antara penguasa dengan ummat dalam semua aspek, baik menyangkut cara penguasa tersebut mengurus kemaslahatan, seperti pembangunan jembatan, pendirian rumah sakit, atau cara melaksanakan aktifitas yang meyebabkan penguasa tersebut mampu melaksanakan (urusan ummat) seperti pembentukan kementrian dan pemilihan wakil rakyat. Yang dimaksud dengan penguasa disini adalah Pemerintah”.
Kemudian Taqiyyuddin melanjutkan : “ Oleh karena itu, kelompok berkuasa tadi seluruhnya harus diserang, baik menyangkut tindakan maupun pemikiran politiknya “.
(SUMBER : Terjun ke Masyarakat, Penulis : Taqiyyuddin an Nabhani, Judul Asli : Dukhul al Mujtama’ , Dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir tahun 1377 H / 1958 M, Penerjemah : Abu Falah, Penerbit : Pustaka Thariqul ‘Izzah, Cetakan I, Syawal 1420 H, Pebruari 2000 M, halaman 8 dan 9).

Untuk itulah Hizbut Tahrir sering membuat surat kepada penguasa namun disebarluaskan secara umum (Surat Terbuka) yang isinya sebetulnya bukan semata-mata untuk menasehati penguasa namun juga agar masyarakat tahu keburukan-keburukan penguasanya.
Hizb juga kerap melakukan Demonstrasi bukan semata-mata untuk menasehati penguasa namun juga agar masyarakat tahu keburukan penguasa.
Padahal Nabi bersabda :
“Barangsiapa ingin menasehati sulthan (pemerintah) dengan suatu masalah, janganlah menampilkan kepadanya secara terang-terangan. Tetapi hendaknya menggandeng tangannya dan duduk berduaan dengannya. Apabila ia menerima darinya maka itulah (yang diharapkan). Kalau tidak, berarti telah melaksanakan kewajibannya”.
(Hadits hasan riwayat Tirmidzi 4/502 Musthafa al bab Cet II, ash Shahihah 5/376)
Demikianlah kontroversi da’wah Hizbut Tahrir yang sedikit dirahasiakan dari masyarakat agar jangan sampai tercium oleh Pemerintah, hakikat gerakan Hizbut Tahrir.
Bahkan dalam rangka keamanan anggota Hizbut Tahrir, maka dibuatlah struktur organisasi yang penuh kerahasiaan yang terbagi menjadi 3 (tiga) tingkat yaitu : Lajnah Mahaliyah, Lajnah al Wilayah, dan Lajnah al Qiyadah.
Dimana antar lajnah yang setingkat (misal antar lajnah Mahaliyah) dilarang untuk saling tahu identitas anggota-anggotanya agar apabila ditangkap pemerintah maka meskipun dipaksa bicara tetap tidak akan bisa membongkar jaringan mereka.
Semoga Hizbut Tahrir menyadari keanehan-keanehan pada metode da’wahnya, yang mana bertentangan dengan hadits-hadits Nabi dan menyelisihi cara da’wah Nabi ini.
Semoga Allah–subhanahu wa ta’ala- menunjuki mereka pada kebenaran.
(pengelolakomaht@yahoo.co.id)

Dan perlu kita waspadi ternyata HT
berbeda dgn ahlussunah wa aljama’ah baik dari segi aqidah dan syar’iah

Di bidang akidah, mereka cenderung berpaham Qodariyah, paham yang menganggap manusia bisa menentukan sendiri keinginannya tanpa terikat ketentuan Allah. Berikut beberapa buktinya:
Dalam kitab As-Syakhshiyah Al-Islamiyah juz I bab Al qadha’ wal qodar (cet. Darul Ummah hal 94-95) Taqiyuddin berkata:
«وهذه الأفعال ـ أي أفعال الإنسان ـ لا دخل لها بالقضاء ولا دخل للقضاء بها، لأن الإنسان هو الذي قام بها بإرادته واختياره، وعلى ذلك فإن الأفعال الاختيارية لا تدخل تحت القضاء» اهـ (الشخصية الإسلامية الجزء الأول باب القضاء والقدر: ص

“Segala perbuatan manusia tidak terkait dengan Qadla (kepastian) Allah. Karena setiap manusia dapat menentukan kemauan dan keinginannya sendiri. Maka semua perbuatan yang mengandung unsur kesengajaan dan kehendak manusia tidak masuk dalam Qadla.”
Pada As-Syakhshiyah Al-Islamiyah juz I bab Alhuda wad Dlolal (cet. Darul Ummah hal 98) penulis menyatakan
«فتعليق المثوبة أو العقوبة بالهدى والضلال يدل على أن الهداية والضلال هما من فعل الإنسان وليسا من الله» اهـ (الشخصية الإسلامية الجزء الأول : باب الهدى والضلال ص

“Jadi mengaitkan adanya pahala sebagai balasan bagi kebaikan dan siksa sebagai balasan dari kesesatan, menunjukkan bahwa petunjuk dan kesesatan adalah murni perbuatan manusia itu sendiri, bukan berasal dari Allah.”
Ini jelas pendapat kaum Qodariyah yang menyimpang dari ajaran ahlussunnah wal jamaah karena bertentangan dengan ayat Al-Qur’an dan Hadits. Allah berfirman
وَاللهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
“Allah menciptakan kalian dan Allah menciptakan perbuatan kalian.”[QS As Shaffat :96]
Ibn Abbas RA berkata :
«إن كلام القدرية كفر»

“Sesungguhnya perkataan kaum Qodariyah adalah kufur”.

Bisa juga maksud Ibn Abbas dengan “kufur” di sini sebagai ‘warning’ bahwa hal itu mengarah pada kekafiran. Namun yang jelas mereka adalah ahli bid’ah dholalah.
Diriwayatkan pula dari Umar bin Abdul Aziz, Imam Malik bin Anas dan Imam Awza’i :
“Sesungguhnya mereka ( kaum Qodariyah) diminta untuk bertaubat, jika menolak maka mereka dibunuh.”
Ma’mar meriwayatkan dari Towus, dari bapaknya. Bahwa seseorang berkata kepada Ibnu Abbas:“Banyak orang mengatakan perbuatan buruk bukanlah qodar (kepastian) Allah SWT,”maka Ibnu Abbas menjawab:“Yang membedakan aku dan pengikut Qodariyah adalah Ayat ini:
قُلْ فَلِلَّهِ الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُ فَلَوْ شَاءَ لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ

“Katakan! Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat, maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya.”[QS Al-An'am: 149]

Tak cukup itu, Hizbut Tahrir malah menuduh ahlussunnah sama dengan kelompok sesat Jabariyyah, tanpa menyertakan bukti yang memadai. Taqiyuddin menyatakan dalam kitab As-Syakhsiyyah Al-Islamiyah juz 1 hal. 73:
والحقيقة هو ان رأيهم _ اي اهل السنة_ورأي الجبرية واحد فهم جبريون

Pada hakikatnya, pendapat mereka – ahlussunnah wal jama’ah – dan pendapat jabariyah adalah satu, maka mereka adalah termasuk kelompok jabariyah”.

Dan Di bidang syari’ah, HTI tidak mau terikat kepada salah satu dari madzhab empat – Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali – dan lebih mendahulukan ijtihad mereka sendiri, mereka juga tidak mengakui ijma’ sebagai dasar hukum selain ijma’ sahabat. Berikut beberapa contoh fatwa nyleneh mereka.
Dalam kitab mereka,At-Tafkirhal. 149
«متى أصبح قادرًا على الاستنباط فإنه حينئذ يكون مجتهدًا، ولذلك فإن الاستنباط أو الاجتهاد ممكن لجميع الناس، وميسر لجميع الناس ولا سيما بعد أن أصبح بين أيدي الناس كتب في اللغة العربية والشرع الإسلامي»

“Sesungguhnya apabila seseorang mampu menggali hukum dari sumbernya, maka telah menjadi mujtahid. Oleh karenanya, maka menggali hukum atau ijtihad dimungkinkan bagi siapa pun, dan mudah bagi siapa pun, apalagi setelah mempunyai kitab lughot ( tata bahasa arab ) dan fiqh islam.”
Perkataan ini mengesankan terbukanya kemungkinan untuk berijtihad meskipun dengan modal pengetahuan yang sedikit.

ayat kursi dan faidahnya

20 Sep

Ayat Kursi Dan Manfaatnya

Setiap ayat-ayat yang terkandung di dalam Al Qur’an, memiliki kekuatan dan manfaat masing-masing bagi setiap orang yang mengamalkannya dengan baik. Ayat Kursi, sebagai salah satu ayat di dalam Al Qur’an, tentunya memiliki pula kekuatan dan manfaat tersebut.

“Allahu laa ilaaha illa Huwal Hayyul Qayuum, la ta`khudzuhuu sinatuw wa la naumun, lahuu ma fis samaawati wa ma fil ardhi, man dzal ladzi yasyfa’u ‘indahuu illa bi idznihii, ya’lamu ma baina aidiihim, wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a wasi’a, kursiyyuhus samaawaati wal ardha, wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa, wa Huwal ‘Aliyyul ‘Azhim.” (QS. Al Baqarah : 255)

Artinya :

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqarah : 255)

Dalam sebuah hadits, ada menyebutkan tentang syaitan yang duduk di atas pintu rumah. Tugasnya ialah untuk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah, dan keraguan di hati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah.

Oleh karena itulah, Rasullah SAW tidak akan masuk ke dalam rumah, sehingga Beliau mendengar jawaban salam dari isterinya. Di saat itu syaitan lari bersama-sama dengan salam itu.

Hikmah dan manfaat Ayat Al Kursi mengikuti beberapa Hadits :

1. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya, hingga subuh.

2. Barang siapa membaca ayat Al Kursi di akhir setiap shalat Fardhu, dia akan berada dalam lindungan Allah SWT, hingga waktu shalat yang lain.

3. Barang siapa membaca ayat Al Kursi di setiap akhir shalat, dia akan masuk surga , dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, maka Allah SWT akan memelihara rumahnya serta rumah-rumah disekitarnya.

4. Barang siapa membaca ayat Al Kursi di akhir tiap-tiap shalat fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yang bersyukur, setiap perbuatan orang yang benar, pahala Nabi-Nabi, serta Allah SWT melimpahkan rahmat kepadanya.

5. Barang siapa membaca ayat Al Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutus 70.000 Malaikat kepadanya – mereka semua memohonkan ampunan dan mendoakan baginya.

6. Barang siapa membaca ayat Al Kursi di akhir sembahyang, Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya, dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah, sehingga mati syahid.

7. Barang siapa yang membaca ayat Al Kursi ketika dalam kesempitan, niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Demikian hikmah dan manfaat dari Ayat Kursi, semoga pengetahuan ini dapat selalu menjadi inspirasi bagi seluruh umat muslim dalam mengamalkan ayat-ayat yang terkandung di dalam Al Qur’an. Amien.

HTI Radikal Anti NKRI tapi munafiq

10 Sep

Mustasyar PBNU: Pertahankan NKRI!

Kudus, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) harus selalu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Sikap ini sebagai bentuk komitmen NU dalam memperjuangkan bangsa Indonesia yang sudah ditanamkan para ulama melalui deklarasi Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.

“NU harus membela NKRI selamanya. Jika tidak,  NU bisa dikatakan sebagai pengkhianat terhadap resolusi jihad,” tegas Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi saat menyampaikan mauidhoh hasanah dalam acara grand launching Kartu Tanda Anggota (Kartanu) di Kudus, Jum’at (20/4/).

Di depan pengurus NU dan tamu undangan, KH Sya’roni menambahkan keberadaan NKRI ini merupakan pilihan yang paling sesuai dengan kondisi bangsa ini. Sebab, proses memperjuangkan kemerdekaannya menggunakan semangat jihad para ulama.

“Bagi NU, NKRI adalah yang paling cocok. Hingga kini kiai-kiai tetap menjaga NKRI. NU bukan penghianat,” kata Mbah Sya’roni, panggilan akrabnya menegaskan berulang-ulang.

Selain mempertahankan sikap nasionalisme, Mbah Sya’roni mengatakan, NU juga selalu memperjuangkan Aswaja. Menurutnya, terdapat tiga dari sepuluh ciri seseorang menjadi pengikut Aswaja yang penting dipahami dan dilaksanakan warga NU yakni selalu berjamaah lima waktu, tidak mencari muka dan tidak pernah memberontak.

“Jadi,  pengikut Aswaja itu haram memberontak bangsa itu,” tegasnya.

Di akhir ceramahnya, pengasuh pengajian Jum’at pagi Masjid Menara Kudus ini mengapresiasi semangat NU yang selalu mengajak mempertahankan NKRI dan paham Aswaja di bumi pertiwi.

“Saya tertarik ajakan semangat nasionalisme tertanam dalam diri warga NU,” tandas mbah Sya’roni.

Acara peluncuran ini dimaksudkan untuk  menandai pemotretan  Kartanu di kabupaten Kudus. Kartanu ini sebagai tanda bukti resmi anggota NU.

Selain KH Sya’roni Ahmadi, hadir juga Bupati Kudus H Musthofa, Rais Syuriyah PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani, Katib KH Ahmadi Abdul Fatah dan pengurus NU lainnya serta ketua Parpol dan camat se-Kudus.

http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,37551-lang,id-c,nasional-t,Mustasyar+PBNU++Pertahankan+NKRI+-.phpx

HTI anti Demokrasi dan Pancasila..Enyahkah dari NKRI ..!!!!
Hizbut Tahrir Indoesia Anti Demokrasi Setelah berlangsungnya konfrensi khilafah sedunia yang berlangsung pada hari minggu 12 agustus 2007 terbetik berita yang sangat valid bahwa HTI tidak menutup kemungkinan untuk menjadi sebuah partai politik anti demokrasi…. Setelah memberikan pernyataanya kepada publik, jubir HTI Muhamad Ismail Yusanto mengatakan bahwa HTI tidak menutup kemungkinan untuk menjadi parpol. Namun menurut Yusanto pihak HTI tidak sependapat dengan semangat demokrasi yang dianut parpol islam lainya. Karena menurut pendapat HTI yang tentunya tidak mengakui keberadaan PANCASILA sebagai sebuah dasar negara apalagi ideologi. Demokrasi membawa jargon dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Tidak sesuai dengan dasar ideologi HTI yang menganggap Khilafah Islamiyah (kepemimpinan islam dan hanya mengakui keberadaan islam) bahwa kekuasaan hanya pada Allah dan kepada kemaslahatan Ummat. HTI anti Demokrasi dan Pancasila Semangat hari kemerdekaan justru tidak disinggung sama sekali oleh HTI yang ada justru penentanganya terhadap ideologi pemersatu PANCASILA dan Demokrasi. Sebuah organisasi yang dikenal dengan tindakan brutal dan anarkis ini sama sekali tidak merasa perlu menghormati PANCASILA. Bahkan banyak dari mereka enggan melakukan hormat kepada sang merah putih. Tidak terbayangkan bahwa sebuah organisasi RADIKAL yang telah mencoreng nama Islam akan menjadi partai politik penebar teror. Hanya satu kata, satu himbauan, Jika memang anda mencintai Indonesia, dan menginginkan Indonesia menjadi rumah bagi berbagai umat beragama dan menjaga keutuhan Indonesia dari Sabang sampai Merauke maka dukunglah PANCASILA dan hindari organisasi radikal seperti HTI. Merdakaaa !!!

Sumber : http://ideologipancasila.wordpress.com/2007/08/12/hizbut-tahrir-indonesia-radikalisme-yang-mengancam-nkri/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: