M U Q O D D I M A H

15 Agu

Segala puji bagi Allah Yang Maha Pembuka Rahmat, Yang Maha Mengetahui
Buku kecil ini adalah sebuah risalah tentang aqidah kaum Muslimin yang benar dan dibenarkan menurut dalil al-Qur’an, as-Sunnah, dan Ijma’ Shahabat. Ia berisi tentang keyakinan-keyakinan golongan Ahli Sunnah wal Jama’ah yang terpenting, ajaran-ajaran yang harus diketahui oleh para santri dan pelajar ilmu agama yang dapat mendorong mereka menuju jalan yang lurus, dan menyelamatkan mereka dari berbagai jalan yang dilewati oleh orang-orang yang menyimpang dari ajaran agama, orang-orang yang sesat dan menyesatkan.
Allah berfirman: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya.” (QS. al-An’am:153).
Siapa saja yang mengetahui dan mengerti isi risalah ini, maka telah cukup baginya dan tidak lagi diharuskan mengetahui keyakinan-keyakinan yang dibahas secara panjang lebar di berbagai kitab. Di samping itu risalah ini dijamin dapat memuaskan orang-orang yang terpedaya dan tertipu oleh ajakan golongan ahli bid’ah, tentu saja jika mereka mendapat taufiq, sebab orang-orang yang telah terpedaya oleh golongan ahli bid’ah itu, terbukti banyak yang enggan kembali kepada kebenaran, sekalipun kebenaran itu jelas-jelas mereka ketahui. Hal ini semata-mata diakibatkan oleh fanatisme buta, menuruti hawa nafsu, dan manipulasi syetan yang menjadikan hal yang buruk menjadi tampak baik.
Allah SWT berfirman: “Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ? Maka Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; Maka janganlah dirimu binasa Karena kesedihan terhadap mereka.” (QS.Fathir:8).
Ketika Nabi Muhammad SAW. menjelaskan sebagian golongan yang menyimpang, maka beliau menyebutkan sifat mereka, sebagaimana dalam sabdanya:
“Mereka (golongan menyimpang) itu membaca al-Qur’an tetapi tidak sampai menembus masuk ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama (Islam) seperti keluarna anak panah yang terlepas dari busurnya dan tidak kembali lagi. Mereka itu adalah manusia terburuk… (HR.Imam Muslim)
Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan mudah-mudahan Dia menampakkan kebenaran kepada kita lalu menuntun kita untuk mengikutinya, dan juga menampakkan kebatilan kepada kita dan memberikan kemudahan kepada kita untuk menjauhi-nya. Semoga Allah tidak menjadikan sesuatu yang batil itu samar bagi kita sehingga kita menjadi tersesat.
“(mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; Karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)”.(QS. Ali Imron; 8)
“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”(QS. al-Kahfi: 10).
Madinah al-Munawwaroh 1426
Penulis
Mengenal Allah SWT.
S: Kewajiban apa yang pertama kali bagi setiap orang?
J: Kewajiban Yang Pertama Kali Bagi Setiap Orang Mukallaf Adalah Mengenal Allah, yang menciptakannya dari tidak ada menjadi ada. Ia diciptakan oleh-Nya semata-mata untuk beribadah. Mengenal pada mulana memerlukan untuk mengetahui yang disembah, yakni mengetahui Dzat, sifat dan perbuatan-Nya, menurut cara yang terpuji. Allah swt. berfirman:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
S: Bagaimana cara mengenal Allah swt?
J: Cara mengenal Allah itu ada dua, yaitu:
Pertama, dengan cara mendengar dan mengutip, artinya mendengar apa yang telah diberitakan oleh Allah swt. tentang nama-nama-Nya yang mulia dan sifat-sifat-Nya yang sempurna di dalam kitab-kitab suci-Nya dan melalui lisan-lisan para Rasul-Nya. Dia berfirman:
“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
“Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. al-Hassyr: 22-24).
Di dalam hadits disebutkan:
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai 99 Asma; barangsiapa menghafal semuanya akan dimasukkan ke dalam surga.
1. Allah (Tuhan), 2. ar-Rahman (Pengasih), 3. ar-Rahim (Penyayang), 4. al-Malik (Merajai), 5. al-Quddus (Suci), 6. as-Salam (Sejahtera), 7. al-Mu’min (Pemberi keamanan), 8. al-Muhaimin (Yang Menyatakan dirinya Esa), 9. al-‘Aziz (Gagah tak terkalahkan), 10. al-Jabbar (Kuat dan Gagah),
11. al-Mutakabbir (Besar, Gagah), 12. al-Khaliq (Pencipta makhluk), 13. al-Bari (Pembikin makhluk), 14. al-Mushowwir (Pembentuk makhluk), 15. al-Ghaffar (Pengampun dosa), 16. al-Qahhar (Gagah perkasa), 17. al-Wahhab (Pemberi), 18. ar-Razzaq (Pemberi rizqi), 19. al-Fattah (Pembuka pintu Rahmat), 20. al-‘Alim (Maha Tahu segalana),
21. al-Qabidh (Penahan), 22. al-Basith (Pemberi rizqi dengan mudah), 23. al-Hafidz (Yang Menurunkan), 24. ar-Rafi’ (Yang Menurunkan), 25. al-Mu’izz (Yang memberi kemuliaan), 26. al-Mudzil (Yang memberi kehinaan), 27. al-Sami’ (Yang Mendengar), 28. al-Bashir (Yang Melihat), 29. al-Hakam (Maha Bijaksana), 30. al-‘Adl (Maha Adil),
31. al-Lathif (Halus), 32. al-Khabir (Yang Mengetahui yang tersembunyi), 33. al-Halim (Penyantun), 34. al-‘Adzim (Besar), 35. al-Ghafur (Pengampun), 36. as-Syakur (Pemberi Upah), 37. al-‘Ali (Tinggi), 38. al-Kabir (Besar), 39. al-Hafidz (Pemelihara), 40. al-Muqith (Pemberi Makan),
41. al-Hasib (Pemberi makanan), 42. al-Jalil (Penghitung), 43. al-Karim (Yang Mulia), 44. al-Raqiib (Yang Mengamati), 45. al-Mujib (Yang memperkenankan do’a), 46. al-Wasi’ (Yang Lusa Ilmu-Nya), 47. al-Hakim (Yang Pintar), 48. al-Wadud (Penyayang), 49. al-Majid (Yang Paling Mulia), 50. al-Ba-‘its (Yang membangkitkan),
51. al-Syahid (Yang menghadiri seluruhnya), 52. al-Haqqu (Yang tetap ada), 53. al-Wakil (Yang mengurus pekerjaan hamba-Nya), 54. al-Qawi (Kuat), 55. al-Matin (Kukuh-kuat), 56. al-Wali (Yang menjaga makhluk), 57. al-Hamid (Yang dipuja), 58. al-Muhshi (Yang Menghitung), 59. al-Mubdi’ (Yang menciptakan), 60. al-Mu’id (Yang menghidupkan kembali),
61. al-Muhyi (Yang menghidupkan), 62. al-Mumit (Yang mematikan), 63. al-Hayyu (Yang hidup), 64. al-Qayyum (Yang tegak), 65. al-Wajib (Yang memberi sesuatu), 66. al-Majid (Yang besar keadaannya), 67. al-Wahid (Tunggal), 68. as-Shomad (Yang dituju), 69. al-Qadir (Yang Kuasa), 70. al-Muqtadir (Yang Kuasa),
71. al-Muqaddim (Yang mendahulukan), 72. al-Mu-akhhir (Yang mengemudiankan), 73. al-Awwal (Yang Qodim tak berpermulaan), 74. al-Akhir (Yang Baqa selama-lamanya), 75. al-Zhahir (Yang memperlihatkan wujudnya dengan tanda-tandanya), 76. al-Bathin (Yang tersembunyi Dzat-Nya), 77. al-Wali (yang mengurusi seluruhnya), 78. al-Muta’ali (yang bersih dari sekalian sifat kekurangan), 79. al-Barru (yang banyak kebaikan-Nya), 80. at-Tawwab (Penerima taubat),
81. al-Muntaqim (Yang menghukum sipapun yang patut dihukum), 82. al-‘Afuwwu (Yang memberi maaf siapa yang patut dimaafkan), 83. al-Ra-uf (besar kasih sayang-Nya), 84. al-Malikul Mulki (Raja sekalian raja), 85. Dzul Jalali wa al-Ikram (Mempunyai kebesaran dan kemuliaan), 86. al-Muqsith (Yang memperhatikan orang teraniaya), 87. al-Jami’ (Penghimpun makhluk di hari kiamat), 88. al-Ghaniy (Yang kaya raya), 89. al-Mughniy (yang mengayakan), 90. al-Mani’ (Yang melarang),
91. ad-Dharr (Yang memberi madlorot), 92. an-Nafi’ (Banyak memberi manfaat), 93. an-Nur (Pemberi cahaya), 94. al-Hadi (Pemberi petunjuk), 95. al-Badi’ (Yang mengadakan sesuatu), 96. al-Baqi (Yang kekal selama-lamanya), 97. al-Warits (Yang kekal sesudah semuanya habis), 98. al-Rasyid (Yang cerdik cendekia), 99. as-Shabur (Penyantun, tak terburu-buru).
Kedua, dengan akal, maksudnya menfungsikan akal fikiran untuk merenungkan tentang alam raya (makhluk) ini dan mengambil pelajran dari semua kejadian, kemudian menjadikan semua itu sebagai dalil atau bukti Yang Maha Menciptakannya, yang tiada lain adalah Allah, tiada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang.
Allah swt. berfirman:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. al-Baqarah: 164).

Hak Allah atas setiap Hamba
S: Apa hak Allah yang wajib dipenuhi semua hamaba?
J: Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh setiap hamba adalah hendaknya semua hamba menyembah-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu apapun dengan-Na.
S: Apa dalil atau dasarnya?
J: Dalilnya adalah hadits Nabi saw:
Dari Mu’adz bin Jabal r.a. ia berkata, “Saa pernah di belakang Nabi saw. di atas seekor keledai lalu beliau bersabda: ‘Hai Mu’adz, apakah kamu mengerti hak Allah atas hamba? Dan apa hak hamba hamba atas Allah?’ Saya berkata: ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengerti.’ Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya hak Allah atas semua hamba ialah hendaknya mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu apapun dengan-Nya, sedangkan hak hamba atas Allah ialah Allah tidak menyiksa siapa di antara mereka yang tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya.’” (HR. Imam Muslim)
Di antara kewajiban-kewajiban yang paling mendasar atas semua hamba adalah mengetahui persoalan tujuan ia dicipta-kan, yaitu beribadah kepada Allah swt. Allah menciptakan makhluk ini hanya agar beribadah kepada-Nya sebagaimana firman-Na:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat:56).
Hak Allah swt. yang harus dipenuhi oleh setiap hamba itu besar, anugrah-Nya kepada hamba-Na sangat luas dan merata. Mereka diciptakan oleh Allah dengan bentuk yang baik dan sempurna, melimpahkan kepadanya segala nikmat dan menunjukkanna kepada agama yang benar, yaitu agama Islam.
Andaikan setiap hamba bersujud kepada Allah di atas bara api sejak dunia diciptakan sampai kehancuran nanti, maka ia belumlah memenuhi hak nikmat Islam dan Iman yang dianugerahkan Allah padanya. Allah swt. menganugerahkan nikmat-nikmat yang bersifat spiritual dan material, dhahir dan batin kepada setiap hamba-Nya yang tidak terbatas yang andaikata lautan dijadikan tinta dan pohon-pohon dijadikan pena untuk menulis jumlah nikmat Allah kepada hamba-Nya, tentu akan habis sebelum mampu mengitung satu persen dari nikmat-nikmat Allah. Allah swt. berfirman:
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.” (QS. Ibrahim: 34)
“Dan Dia menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.” (QS. Luqman:20).

Sifat-sifat Tuhan yang Wajib Disembah
S: Apa sifat-sifat Allah, Tuhan yang wajib disembah?
J: Sesungguhnya tidak ada Tuhan yang wajib disembah di dunia ini kecuali Allah, satu-satunya tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia Tuhan Yang Maha Esa, yang berhak dimintai segala macam kebutuhan, Penguasa Yang Maha Kuasa, Maha Hidup, Maha Kekal, Maha Dahulu sejak azali dan Maha Kekal selama-lamanya, Maha Mengetahui segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, Maha Berbuat apa yang Dia kehendaki dan Maha Menetapkan apa yang Dia kehendaki.
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Melihat.” (QS. Asy-Sura: 11).
Maha Suci Dia dari sesuatu yang menyemai-Nya, menandingi-Nya, sekutu dan pembantu, tidak dibatasi oleh ruang maupun waktu, tidak butuh sama sekali kepada segala sesuatu, tetapi segala sesuatu selain-Nya pasti membutuhkan-Nya. Dialah yang menciptakan seluruh makhluk beserta aktifitasnya, menetapkan rizki dan ajalnya, menciptakan mati dan hidup, taat dan maksiat, kesehatan dan sakit, Dia menurunkan kitab-kitab suci dan mengutus para rasul untuk memberi petunjuk kepada makhluk karena kasih sayang-Nya kepada mereka, menjanjikan pahala kepada mereka karena anugerah-Nya dan mengancam mereka dengan siksaan karena keadilan-Nya. Tuhan yang wajib disembah adalah tuhan yang memiliki sifat-sifat tersebut seluruhnya, yaitu Allah.
Allah berfirman:
“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS.al-Hasyr: 22).

bercomentarlah dengan santun dan mendidik

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: