Mengambil Berkah dengan Jejak Orang-orang Baik

15 Agu

S: Bolehkan mengambil berkah dari jejak orang-orang Sholeh?
J: Boleh.
S: Apa dalilnya?
J: Banyak sekali dalilnya. Sebagian besar diantaranya adalah perbuatan pengambilan berkah oleh para sahabat dan permohonan syafa’at mereka dengan jejak-jejak Nabi  pada waktu beliau masih hidup maupun sesudah meninggal, yang banyak disebutkan dalam hadits dan atsar. Diantaranya adalah:
Dari Sahal bin Sa’ad r.a. tentang kain yang ia minta dari Nabi  ia dicemooh oleh para sahabat, karena kain itu sedang dipakai oleh Rasulullah , Sahal berkata: “Aku meminta kain itu kepada beliau hanya untuk kafanku nanti. Dalam suatu riwayat lain disebutkan; “Saya berharap berkah lain Rasulullah  ketika dipakainya, barangkali saya nanti dikafani dengannya.” (HR. Bukhori & Muslim).
“Sesungguhnya Asma’ binti Abu Bakar as-Shiddiq dalam sebuah hadits berkata: “Ini adalah jubah Rasulullah ”. Kemudian ia mengeluarkan sebuah jubah kebesaran kisra, kemudian berkata: “Jubah ini dulu ada pada Aisyah, dan ketika ia wafat, maka aku rawat jubah tersebut.” Kami membasuhnya dan mengambil air bekas basuhan untuk orang-orang yang sakit, kami memohon kesembuhan melalui jubah itu.” (HR. Imam Muslim).
Dari Abdullah bin Mauhib, ia berkata; ”Ibuku mengutusku menghadap Ummu Salamah r.a. dengan membawa secawan air. Kemudian Ummu Salamah membawa sejenis botol perak yang berisi beberapa rambut Nabi  biasanya jika ada orang terkena ain atau sesuatu, maka dibawa kepadanya, lalu Ummu Salamah mencelupkannya ke dalam air, dan orang tersebut meminumnya. Aku melihat botol perak itu dan aku melihat ada beberapa rambut merah.”
Dari Ummu Sulaim, sesungguhnya ia membuka kotak kecil miliknya, lalu ia menyeka keringat Rasulullah, kemudian memerasnya ke dalam botol-botol. Rasulullah  bersabda, “Untuk apa hai Ummu Sulaim?”, ia menjawab, “Ya Rasulullah, kami menginginkan barokahnya untuk anak-anak kecil kami.” Beliau bersabda, “Benar kamu.” (HR. Imam Muslim).
Dari Anas r.a. ia berkata: “Saya melihat Rasulullan  dan tukang cukur sedang mencukur beliau, sedangka para sahabat beliau mengelilinginya. Mereka tidakmempunyai maksud kecuali agar rambut beliau tidak jatuh melainkan ke tangan salah seorang dari mereka. (HR. Imam Muslim).
Para sahabat Nabi  selalu menyimpan rambut beliau untuk diambil berkahnya dan untuk obat penyembuhan.
Dijelaskan, bahwa Khalid bin al-Walid  menyelipkan beberapa helai rambut Rasulullah  pada topinya. Kemudian topi itu jatuh dalam sebuah peperangan yang amat dahsyat. Ia berusaha keras mencari topinya di tengah-tengah hiruk pikuk pertempuran, sehingga sebagian sahabat memprotes sikap Khalid yang bersikeras masuk ke barisan lawan karena telah banyak tentara yang sudah gugur.
Khalid berkata, “Biarkan, saya menerobos barisan lawan yang banyak itu bukan karena topi semata, tetapi karena ada rambut Rasulullah  yang terselip dalam topi itu supaya saya tidak kehilangan barokahnya dan supaya tidak jatuh ke tangan orang-orang musyrik.”
Dari Abu Juhaifah ia berkata; “Saya melihat Nabi  sedang berada di suau tempat dan saa melihat Bilal mengambilkan air wudlu Nabi  sedangkan orang-orang berebut tumpahan air wudlu itu. Diantaranya ada yang mendapatkannya lalu mengusap-usapkan pada badannya, dan yang tidak mendapatkannya maka ia mengambil dari bekas temannya untuk diambil berkah dan obat penyembuhan.
Dari Ja’far bin Muhammad ia berkata: “Ada air mengumpul di kening Nabi  saat mereka memandikan beliau sesudah beliau wafat, dan Ali  menghirupnya, yakni ia menghirup air itu karena mengambil barokah Rasulullah . (HR. Imam Muslim).
Diriwayatkan, sesungguhnya Mu’awiyyah menyimpan rambut dan potongan kuku Nabi , ketika menjelang meninggal ia berwasiat atar rambut dan potongan kuku tersebut diletakkan diatas kedua matanya dan dibawah mulutnya.
Riwayat ini disebutkan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab Tahdzibul Asma’.
S: Apa hikmah mengambil berkah jejak-jejak orang-orang sholeh?
J: Sebagian ulama ahli ma’rifat menerangkan, bahwa sesungguhnya hikmah mengambil berkah dengan jejak-jejak orang sholeh, tempat-tempat dan apa saja yang berhubung-an mereka adalah karena tempat-tempat mereka ber-hubungan dengan pakaian-pakaian mereka, dan pakaian-pakaian mereka meliputi jasad-jasad mereka, dan jasad-jasad mereka meliputi hati mereka dan hati mereka senantiasa dalam hadlirat Allah Tuhan mereka. Apabila Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya pada hati mereka, maka berkahnya menjalar kepada apa saja yang berhubung-an dengannya dan yang berdekatan dengannya. Seperti firman Allah swt.
“Maka aku ambil segenggam dari jejak Rasul.” (QS. Thaha;96).
S: Apakah mengambil berkah dengan jejak-jejak orang sholeh merupakan hakekat tawassul itu sendiri?
J: Ya, mengambil berkah dengan jejak-jejak orang baik adalah hakekat tawassul itu sendiri, dan ini boleh dan disyari’atkan, karena arti tawassul adalah membuat wasilah (perantara) menuju Allah oleh seorang hamba dalam memohon apa yang diinginkannya, karena telah ditetapkan bahwa wasilah itu memiliki keutamaan disisi Allah.
S: Mengapa mengambil berkah itu dibolehkan dan disyari’at-kan?
J: Mengambil berkah dibeolehkan dan disyari’atkan, sebab perbuatan ini (tabarruk) adalah berasal dari para sahabat Nabi . Boleh jadi perbuatan seperti ini main-main, tidak berarti dan tanpa tujuan. Namun mustahil mereka melakukan perbuatan yang hampa, dan mustahil pula Rasulullah  mendiamkan mereka melakukan perbuatan yang sia-sia. Dengan demikian, jelaslah bahwa mereka mempunyai tujuan yang benar, yaitu mencari berkah, syafa’at dan rahmat dari Allah swt. dengan kelebihan jejak-jejak yang mulia dalam pandangan Allah.

bercomentarlah dengan santun dan mendidik

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: