Sifat Golongan Ahli Bid’ah

15 Agu

S: Apakah Rasulullah saw telah menjelaskan kepada kita ciri-ciri golongan bid’ah?
J: Ya, Rasulullah saw telah menjelaskan kepada umatnya tentang ciri-ciri golongan bid’ah, golongan yang membuat ketentuan baru. Ciri mereka adalah menggunakan dalil ayat-ayat Al-Qur’an yang di turunkan berkaitan denagan orang-orang musyrik untuk di terapkan pada oran-orang mukmin, seperti ayat Al-Qur’an:
“Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di
samping Allah.” (QS. Asy Syu’ara: 213).
“Maka janganlah kamu menyembah seseorang pundi dalamnya di samping (menyembah ) Allah.” QS. Al Jin: 18).
“Dan janganlah kamu menyembahapa-apa yang tidak memberi manfa’at dan tidak ( pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah.” (QS. Yunus: 106).
“Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluq (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu.” (QS. Al A’raf: 194).
Para ulama memberi komentar tentang golongan yang memiliki sikap seperti di atas seperti berikut:
Ucapan mereka (golongan ahli bid’ah) seluruhnya membuat kekaburan dalam agama dan merupakan usaha penyesatan orang-orang Islam awam, kerena sesungguhnya tak seorangpun orang mu’min yang bertaukhid mempunyai kepercayaan seperti kepercayaan orang-orang musyrik. Lalu bagaimana mereka menyamakan orang-orang mu’min dengan orang-orang musyrik?, Maha Suci Engkau Ya Allah, pendapat tersebut adalah sebuah kebohongan besar.
Selanjutnya para ulama menegaskan, bahwa golongan ahli bid’ah yang nyleneh itu tidak memiliki dasar-dasar yang kuat, dan sama sekali bukan dari madzhab yang dapat dipertanggungjawabkan. Umumnya mereka itu golongan terpelajar yang dangkal ilmu pengetahuannya yang sebenarnya layak dikategorikan golongan awam. Mereka itu bukanlah termasuk orang-orang yang layak dimintai petunjuk dan bukan pula orang-orang yang layak dianggap sebagai ulama dalam Islam.
Ada segolongan ulama ahli tahqiq yang benar-benar kuat keimanannya, tulus dalam beramal, berpegang teguh dengan al-Qur’an dan as-Sunnah dan Syari’at-Nya serta senantiasa aktif membimbing umat menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat, mencurahkan segala kemampuan mereka untuk menyanggah golongan ahli bid’ah tersebut. Para ulama ahli tahqiq ini menjelaskan kepada orang-orang tentang hakikat golongan ahli bid’ah dan kesesatan mereka dalam mengeluarkan hukum. Penjelasan mereka itu dimuat dalam beberapa kitab yang mereka tulis, seperti kitab Syifa’us Siqam oleh Imam Taqiyyuddin as-Subuky, Syawahidul Haq oleh Imam an-Nabhani, ad-Duror as-Saniyyah oleh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, Ghautsul ‘Ibad oleh Syaikh Abu Yusuf al-Hamami, Furqonul al-Qur’an oleh Syaikh Salman al-Qudlo’iy, Shulhul Ikhwan oleh Syaikh Dawud al-Afandi, Baro’atul As’ariyyin min Aqoidil Mukhollifin oleh Abu Hamid bin Marzuqi, as-Showa-iq al-Ilahiyyah oleh Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, Nafasur Rahman oleh Syaikh Isma’il bin Mahdi al-Ghorbani dan al-Jauhar al-Munaddzam oleh Imam Ibnu Hajar dan masih banyak lagi.

Larangan Mengkafirkan Orang Islam
S: Bolehkah mengkafirkan orang Islam?
J: Tidak boleh, sesungguhnya mengkafirkan orang Islam, orang-orang yang telah mengucapkan kalimat “ Laa ilaaha illallah ” merupakan perkara berat. Tidak ada yang berani melakukannya kecuali orang yang memanng di sesatkan oleh Allah swt. yang buruk prasangkaannya dan mengikuti dorongan hawa nafsunya.
S: Apa dalilnya?
J: Di dalam hadits yang shohih ada di sebutkan :
Sesungguhnya Nabi  telah bersabda : “ Apabila seseorang mengkafirkan saudara sesamanya, maka pengkafiran itu pasti menimpa kepada salah satunya. Jika yang di kafirkan itu memang kafir, maka ia kafir. Jika yang di kafirkan tidak kafir, maka kekafiran itu kembali menimpa kepada orang yang mengkafirkan.“ (H.R. Imam Muslim)
Imam Abu Bakar Al-Baqilani mengatakan, “Memasukan seribu orang kafir ke dalam Islam karena ada kemiripan Islam dalam satu hal saja itu lebih kecil resikonya daripada mengkafirkan seorang muslim karena ada seribu kekafiran.”
Ini hanya mengkafirkan seorang muslim, lalu bagaimana halnya orang yang berani mengkafirkan mayoritas orang Islam dan menghukuminya syirik hanya karena mereka melakukan tawassul dan mengambil berkah peninggalan orang-orang baik sementara keimanan mereka telah jelas nyata dan hati mereka tetap meng-Esakan Allah, Tuhan seluruh alam.
Dalam menolak orang-orang yang biasa mengkafirkan orang-orang islam hanya dengan alasan hanya seperti itu dan orang-orang yang mengikuti madzhab yang berpendirian seperti itu yang didalamnya sarat dengan faham-faham yang keliru, cukup kiranya membaca kembali sabda Rasulullah 
“Sesungguhnya syetan benar-benar putus asa dalam usahanya agar disembah oleh orang-orang yang menjalankan sholat di semenanjung arab, tetapi syetan mengambil cara adu domba di antara mereka.” (H.R. Imam Muslim dan At-Turmudzi).
Di dalam hadits tersebut Rasulullah .dengan tegas menjelaskan, bahwa orang-orang dari umat ini yang meng-amalkan sholat tidak menyembah pada selain Allah selamanya dan tidak berbuat syirik atau menyekutukan tuhan lain dengan Allah.
Dalam sebuah riwayat lain ketika Nabi  melakukan ibadah haji wada’ bersabda :
”sesungguhnya syetan telah putus asa dalam usahanya agar dapat disembah dibumi kalian semua ini sesudah hari ini untuk selama-lamanya. Tetapi syetan merasa puas dengan usahanya selain itu, berupa kerendahan perbuatan (amal) kamu semua, maka berhati-hatilah terhadap urusan agama kamu semua.”
Demikian itulah peringatan Rasulullah  yang pasti benar, karena beliau tidak berkata menurut hawa nafsunya. Apa yang beliau ucapkan semata-mata wahyu dari Allah swt.

bercomentarlah dengan santun dan mendidik

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: