Sifat Perangai Nabi Muhammad 

15 Agu

S: Bagaimana sifat perangai Nabi Muhammad  ?
J: Beliau sebagaimana telah diterangkan adalah orang yang paling baik fisiknya, demikian pula halnya perangainya. Beliau orang yang paling baik fisik dan perangainya. Allah swt. menghimpun perangai-perangai baik seluruhnya pada diri Nabi Muhammad  yang belum pernah dihimpunkan kepada makhluk selainnya. Dia mendidiknya dengan adab kesopanan yang paling baik dengan kitab sucinya yang mulia. Dia berfirman:
“Jadilah Engkau Pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. al-A’raaf: 199).
Nabi Muhammad  bersabda: “Tuhanku telah mendidikku dengan pendidikan yang baik.”
Baginda Nabi juga bersabda: “Aku diutus untuk men-yempurnakan akhlak-akhlak mulia.”
Dan ketika akhlak Nabi Muhammad  disempurnakan, maka Allah memujinya dengan firmannya: “Dan sesungguhnya kami benar-benar berbudi yang agung.” (QS. al-Qalam: 4).
Aisyah r.a, ummul Mu’minin pernah ditanya tentang perangai Rasulullah  dan dia menjawab: “Perangai beliau adalah al-Qur’an.” Yakni, beliau rela apa yang direlakan al-Qur’an dan membenci apa yang di bencinya.
Anas bin Malik r.a. berkata: “ Saya telah berkhidmat (menjadi pelayan) Rasulullah . Selama sepuluh tahun. Beliau tidak pernah sama sekali berkata “ hus” kepadaku, terhadap apa yang aku perbuat, tidak pernah berkata : mengapa kau perbuat itu, dan terhadap apa yang aku tinggalkan, tidak pernah berkata : Mengapa kau tinggalkan. Khimat beliau kepadaku lebih banyak lebih banyak dari khidmatku kepadanya.”
Ali bin Abi Thalib menceritakan , “ Nabi Muhammad  adalah orang yang selalu ceria, halus akhlaknya, setia,tidak kasar dan tidak keras, tidak suka bersuara lantang, tidak melampaui batas , tidak suka mencibir dan tidak suka memuji, mengabaikan sesuatu yang membuatnya tidak enak dan tidakputus asa karenanya serta tidak merasa kecewa. Beliau menghindarkan diri dari tiga perkara ; yaitu riya’ (pamer), hal mem perbanyak dan sesuatu yang tidak diinginkan. Beliau meninggalkan orang-orang dari tiga perkara : tidak mencela dan tidak menghina siapapun, tidak mencari rahasia siapapun dan tidak berbicara keciali dalam hal yang beliau harap pahalanya. Apabila beliau sedang berbicara, maka orang-orang di sekelilingnya menunduk seperti ada burung di kepala mereka, apabila beliau diam, maka mereka baru berbicara, mereka tidak pernah berselisih di hadapan beliau. Orang yang berbicara di hadapan beliau, di dengar pula oleh lainnya hingga selesai, ucapan orang yang paling akhir adalah ucapan orang yang pertama. Beliau tertawa karena sesuatu ang membuat mereka tertawa dan turut kagum terhadap sesuatu yang mengagumkan mereka. Beliau sabar menghadapi orang asing karena ketidak sopanannya dalam berbicara dan bertanya, sehingga jika ada sohabat-sahabat beliau yang hendak memakinya, maka beliau bersabda : Jika kamu semua mengatahui seorang yang mempunyai hajat sedang mencarinya, maka hendaklah kamu semua membantunya. Beliau menolak pujian kecuali secukupnya, dan beliau tidak pernah memutus ucapan seorang hingga selesai, kemudian beliau memutusnya dengan suatu larangan atau berdiri.”
Imam At-Turmudzi meriwayatkan, “ Sesungguhnya Nabi Muhammad . Biasamemberi makan unta, menyapu rumah, menambal sandal, menjahit pakaian, memerah kambing, makan bersama pelayan, dan menumbuk tepung jika pelayan tampak lelah. Beliau tidak malu membawa barang-barang dari pasar ke rumah keluarganya, mengajak jabat tangan dengan orang kaya maupun miskin, memulai mengucapkan salam dan tidak pernah meremehkan undangan sekalipun dalam acara makan kurma yang jelek. Beliau cepat kaki ringan tangan, ramah, mulia, baik dalam bergaul, ceria, banyak senyum tanpa tertawa, sedih tanpa masam muka, tawadlu’ tanpa merendahkan diri, dermawan tanpa berlebihan, halus perasaannya, belas kasihan kepada semua prang islam, tidak pernah bersendawa sama sekali karena kekenyangan dan tidak pernah mengulurkan tangannya pada sesuatu yang diinginkan. Mudah-mudahan rahmat Allah tetap di anugrahkan kepada beliau, keluarga dan sahabat-sahabatnya, dan mudah-mudahan Allah memberkati, memuliakan dan menghormati mereka.”

Hak-hak Rasulullah 
Atas Ummatnya
S: Apakah hak-hak Rasulullah  yang harus dijalankan oleh umatnya ?
J: Hak Rasulullah  yang harus dipenuhi oleh umatnya itu merupakan hak-hak besar dan wajib sesudah hak Allah swt. Di antara hak-hak Rasulullah  adalah :
1. Mengikuti sunnahnya, membela agama dan syari’atnya. Dan syari’atnya. Allah swt. berfirman : “katakanlah:’ jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosamu.’” (QS. Ali Imron: 31).
Dalam hadits disebutkan:
Nabi Muhammad  bersabda: “orang yang berpegang dengan sunnahku, disaat umatku rusak itu baginya mendapat pahala seratus orang yang mati syahid.”
Nabi  bersabda: “Barangsiapa menghidupkan sunnahku, maka ia benar-benar menghidupkan aku, dan barangsiapa meng-hidupkan aku, maka ia bersamaku di surga.” (HR. at-Turmudzi)
2. Cinta dan senang kepada beliau secara sepenuhnya, sehingga beliau lebih dicintainya daripada dirinya sendiri, anaknya dan semua makhluk. Demikian juga halnya mencintai keluarga, sahabat-sahabat dan keturunan beliau. Ada beberapa hadits yang menjadi dalil. Antara lain:
Nabi Muhammad  bersabda, “Tidak beriman salah seorang diantara kamu semua, sehingga aku lebih disukainya daripada anaknya, kedua orang tuanya, dan orang-9orang seluruhnya.”
Nabi Muhammad  bersabda, “Cintalah kamu semua kepada Allah, karena Dia memberimu makan dari nikmat-nikmatNya, cintailah aku kerena cinta Allah dan cintailah ahli baitku karena cinta kepadaku.”
Nabi Muhammad  bersabada, “Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dalam urusan sahabat-sahabatku. Janganlah kamu semua menjadikan mereka sebagai sasaran sesudahku nanti. Barangsiapa mencintai mereka, maka sebab cintaku aku mencintai mereka. Barangsiapa membenci mereka, maka sebab benciku aku membenci mereka. Barangsiapa menyakiti mereka, maka ia berarti menyakiti aku, dan barangsiapa menyakiti aku, berarti ia menyakiti Allah, dan barangsiapa menyakiti Allah, maka Dia akan menyiksa-nya.
3. Mengagungkan dan menjunjuung tinggi beliau. Dasarnya adalah firman Allah swt.:
“Sesungguhnya kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Fath: 8-9).
Mengagungkan Rasulullah  bagian dari mengagung-kan Allah swt., sebagaimana taat kepada beliau merupakan taat kepada Allah, dan mencintai beliau merupakan cinta kepada-Nya.
Allah berfirman:
“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah.” (QS. an-Nisa’: 80).
“Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu, sesungguhnya mereka berjanji kepada Allah.” (QS. Fath: 10).
“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kamu semua.” (QS. Ali Imron: 31).
Para sahabat r.a. adalah teladan yang paling mulia dalam mencintai dan mengagungkan Rasulullah . Imam Al- Bukharidan lainnya dalam kisah Al-Khudaibiyyah meriwayatkan , “ Sesungguhnya Urwah bin Mas’ud as-Tsaqafi ketika ditugaskan oleh orang-orang Quraisy menghadap Rasulullah , melihat secara langsung sikap ta’dhim (mengagungkan) para sahabat pada beliau. Ketika kembali kepada orang-orang Quraisyy ia berkata kepada kaumnya : Hai kaumku, demi Allah, aku sering diutus kepada kisra dan kaisar juga kepada raja Negus, tapi aku sama sekali tidak pernah melihat seorangraja diagungkan oleh kawan-kawannya, seperti sahabat-sahabat Muhammad mengagungkan kepada beliau. Sesungguhnya Muhammad tidak berdahak kecuali dahaknya jatuh pada telapak tangan salah satu di antara mereka, lalu mengusapkan dahak itu ke wajah dan tangannya. Apabila beliau memerintahkan mereka tentang suatu perkara, maka mereka cepat-cepat melaksanakan. Apabila beliau berwudlu, maka hampir mereka bertengkar karena berebut sisa air wudlunya. Apabila beliau berbicara, mereka diam di hadapannya dan mereka tidak mau mengarahkan pandangan ke arahnya, karena ta’dhim padanya.”
4. Memperbanyak membaca sholawat dan salam kepada beliau . Karena Allah memerintahkannya sebagaimana dalam firmannya:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya ber-shalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)
Di dalam hadits banyak disebutkan anjuran membaca shalawat :
Nabi  bersabda : “Barangsiapa membaca shalawat kepadaku satu kali, maka Allah memberinya rahmat sebanyak sepuluh dan menghapus sepuluh kesalahannya dan mengangkat derajatnya samoai sepuluh kali.” (H.R Imam Ahmad)
Nabi  bersabda : “Orang yang paling mulia menurutku di hari kiamat nanti adalah yang paling banyak membaca sholawat kepadaku.” (H.R. Imam Ahmad).
Nabi  bersabda :” Sesungguhnya orang yang paling selamat di antara kamu pada hari kiamat nanti dari ketakutan dan keributan hari kiamat adakah siapa di antara kaum yang paling banyak membaca sholawat kepadaku.”
Demikian al-Qodli ‘Iyadl menyebutkan dalam kitab Asy-Syifa’.

bercomentarlah dengan santun dan mendidik

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: