Bantahan atas pencela aqidah kaum asy’ariyah

18 Agu

الحمد لله، والصلاة والصلام على مصطفاه، وآله وصحبه ومن والاه، أما بعد:
Beberapa bantahan bagi yang mencela aqidah kaum ays’ariyah:
Pertama: bahwa mereka itu adalah ulama yang membawa dan menuqilkan syariat pada bidangnya dari para pendahulunya, hal ini[MENCELA] tidak di katakan kecuali oleh orang bodoh. mereka termasuk ulama pembawa agama yang di bersihkan sebagaimana dalam hadis sayidina usamah bin zaid RA dati Nabi SAW,sungguh beliau berkata:
: «يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله: ينفون عنه تحريف الغالين، وانتحال المبطلين، وتأويل الجاهلين»

: “Ilmu ini akan dipikul oleh setiap khalaf (orang yang kemudian) dari kalangan yang adil daripadanya, yang menafikan tahrif (penyelewengan) orang yang melampaui batas , kepincangan golongan pembuat kebatilan dan takwilan dari orang-orang jahil”. [Hadith diriwayatkan secara mursal dalam sebahagian riwayat (Misykat Al-Mashabih) dan disambung secara sanadnya kepada sahabat kepada Rasulullah s.a.w. oleh Al-Imam Al-‘Ala’ie. As-Safarini mengatakan sahih dalam kitab Al-Qaul Al-‘Ali m/s: 227]

Berkata Al alamah alqustolani dalam irsydu sari syarah soheh bukhari 1/4;

« حديث أسامة بن زيد -رضي اللَّه عنه- عن النبي صلى الله عليه وسلم؛ أنه قال: «يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله: ينفون عنه تحريف الغالين، وانتحال المبطلين، وتأويل الجاهلين».
وهذا الحديث رواه من الصحابة علي، وابن عمر، وابن عمرو، وابن مسعود، وابن عباس، وجابر بن سمرة، ومعاذ، وأبو هريرة -رضي اللَّه عنهم-.
وأورده ابن عدي من طرق كثيرة كلها ضعيفة صلى الله عليه وسلم؛ كما صرح به الدارقطني، وأبو نعيم، وابن عبدالبر، لكن يمكن أن يتقوى بتعدد طرقه، ويكون حسنًا كما جزم به ابن كيكلدي العلائي»

Hadis udamah bin zaid RA dari Rasul SAW :: “Ilmu ini akan dipikul oleh setiap khalaf (orang yang kemudian) dari kalangan yang adil daripadanya, yang menafikan tahrif (penyelewengan) orang yang melampaui batas , kepincangan golongan pembuat kebatilan dan takwilan dari orang-orang jahil”.Hadis ini di riwayatkan oleh para sahabat di antaranya dari Imam Ali,Ibnu umar,Ibnu amr,Ibnu masud,Ibnu abbas,jabir bin samroh,madz,abi hurairoh RA. Dan ibnu adi mendatangkan jalan jalannya yang sangat banyak,kesemuanya dhoif sebagaimana di jelaskan oleh ad dzarqutni,abu nuaim,dan ibnu abdil barr…tetapi bisa saling menguttkan di antara jalan2 nysa yang banyak,dan menjadi hadis hasan sebagaimana tela mantap dengan hal ini ibnu kaikaladi al ala’i

lalu beliau berkata lagi:

… والمخالف في ذلك، الطاعن في علماء الملة ينطبق عليه فتوى العلامة ابن رشد الجَدَّ القرطبي المالكي رحمه الله تعالى –كما في “فتاوي ابن رشد”(2/802)- وفيهم قال: “فهم الذين عنى رسول الله صلى الله عليه وسلم بقوله : ( يحمِل هذا العِلْمَ من كل خَلَفٍ عُدُولُه، ينفون عنه تحريف الغالين، وانتحال المُبْطِلين، وتأويلَ الجاهلين .
(فلا يَعْتَقِدُ أن الأشاعرة على ضلالة وجهالة إلا غَبِيٌّ جاهل، أو مبتدع زائغ عن الحق مائل، ولا يسبهم وينسب إليهم خلاف ما هم عليه إلا فاسق، وقد قال الله عز وجل: (والذين يؤذون المؤمنين والمؤمنات بغير ما اكتسبوا فقد احتملوا بهتانا وإثما مبينا) .
فيجب أن يُبَصَّرَ الجاهلُ منهم، ويؤدب الفاسق، ويستتاب المبتدع الزائغ عن الحق إذا كان مستسهلا ببدعة، فإن تاب وإلا ضرب أبدا حتى يتوب، كما فعل عمرُ بن الخطاب رضي الله عنه بصَبِيغ المتهم في اعتقاده، من ضربه إياه حتى قال: ( يا أمير المؤمنين إن كنت تريد دوائي فقد بَلَغْتَ مني موضع الداء، وإن كنت تريد قتلي فأجهِز عَلَيّ) فخلى سبيله، والله أسأله العصمة والتوفيق برحمته”انتهى.

Dan yang menyelisihi dalam hal yang telah di sebutkan,itu sama dengan mencela ulama agama yang pas untuknya seperti fatwa Ibnu Rusyd [kakek] laqurtubi al maliki sebagaimana dalam fatawa iBnu rusyd 2/802:dan mereka [para ulama agama] adalah orang orang yang di maksud oleh Rasul SAW DENGAN SABDANYA:[ “Ilmu ini akan dipikul oleh setiap khalaf (orang yang kemudian) dari kalangan yang adil daripadanya, yang menafikan tahrif (penyelewengan) orang yang melampaui batas , kepincangan golongan pembuat kebatilan dan takwilan dari orang-orang jahil”],MAKA TIDAKLAH MENG’ITIQADKAN BAHWA KALANGAN ASYARIYAH SESAT DAN BODOH kecuali orang orang yang tolol dan bodoh,atau ahli bidah yang menyimpang dari kebenaran,dan jangan mencela mereka,dan tidaklah menisbatkan kepada mereka hal yang tidak tepat kecuali ia adalah orang fasiq,dan nyata Allah telah berfirman:Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (Al-Ahzab: 58).,maka wajib bagi yang jahil di antara mereka untuk menajamkan pandangannya,dan wajib Belajar adab atas orang yang fasiq, dan di perintahkan taubat kepada ahlu bidah yang menyimpang dari kebenaran jika ia meringankan bidahnya,kalau ia taubat,maka itu baik,kalau tidak maka pukul lah sampai ia bertauubat ,sebagaimana yang di lakukan khalifah umar bin khotob Ra TERHADAP shobig yang yang ragukan itiqodnya dengan memukulnya ,sehingga ia [shobig] berkata:wahai amirul mukminin;kalau engkau mengingimkan mengobatiku,maka engkau telah sampai pada tempat penyakitnya,dan jika engkau menginginkan kematianku,maka urusilah jenazahku.

Kedua; terjadinya perbedaan kalangan asyariyah dengan kalangan hanabilah [madhab imam ahmad],dan perbedaan yang masyhur di antara keduanya adalah dalam masalah sifat as sam’iyat/sama’i [sifat yang di terima sebagaiman apa yang di dengar dari Rasul] ,maka pembesar kalangan hanabilah menetapkan sifat tersebut di sertai imror;melewati lafadnya dan juga tanzih;mensucikan Allah dari keserupaan dengan ciptaanya,berbeda dengan pembesar kalangan asy’ariyah yang mentakwil sifat samiyat/sama’i],dan dalam hal ini,telah berkata Qodi Abu ya’la al faro al hambali dalam thobaqot alhanabilah:

“وقد أجمع علماء أهل الحديث ، والأشعرية منهم على قبول هذه الأحاديث ،فمنهم من أقرها على ما جاءت وهم أصحاب الحديث ،ومنهم من تأولها وهم الأشعرية وتأويلهم إياها قبول منهم لها ،إذ لو كانت عندهم باطلة لا طرحوها كما اطرحوا سائر الأخبار الباطلة .وقد روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال:” أمتي لا تجتمع على خطأ ولا ضلالة”انتهى

:Dan telah ijma ahli hadis,dan juga al asy;ariyah termasuk di dalamnya, atas menerima hadis hadis ini,di antara mereka ada yang menetapkannya sebagaimana datangnya dan mereka adalah ahlu hadis,dan diantaranya lagi mentakwilnya,mereka adalah kalangan asy’ariyah,dan takwil mereka itu merupakan bukti bahwa mereka menerima hadis hadis tersebut,karena seandainya mereka mengangap hadis hadis itu batil,maka mereka akan membuangnya sebagaimana mereka membuang hadis hadis yang batil,dan telah di riwayatkan dari Nabi SAW:Umatku tidak akan sepakat untuk melakukan kesalahan. Umatku tidak akan sepakat untuk melakukan kesesatan

PERKATAAN imam Abu ya’la ini tidak bermaksud BAHWA tidak haram takwil,beliau mengharamkannya, walaupun pendapatnya ini berbeda dengan mayoritas ahlussunnah, namun imam abu ya’la dengan pendiriannya bahwa takwil itu haram, tetapi beliau tidak mengeluarkan kalangan asy’ariyah dari cakupan ahlussunnah wal jamaah,ini hanyalah perbedaan ilmiah dalam cabang aqidah saja.

Oleh sebab itu telah berkata Imam as safaroini al hambali dalam lawamiul anwar:

: أهل السنة والجماعة ثلاث فرق:الأثرية وامامهم أحمدبن حنبل والأشعرية وامامهم أبو الحسن الأشعري والماتريدية وإمامهم أبو منصور الماتريدي وأما فرق الضلالة فكثيرة جداً . ا.هـ

:Ahlu sunnah wal jamaah adalah tiga kelompok,al atsariyah dengan imamnya yaitu Imam Ahmad bin Hambal,dan al asy’ariyah dengan Imamnya Aul hasan al asyari,juga almaturidiyah dengan Imamnya Abu manshur al maturidi,dan adapun kelompok sesat,maka sangat banyak sekali.

Dan juga telah berkata Imam Al Qudumi al hambali dalam kitab al manhaj al ahmad:

5 لأن أهل الحديث والأشعرية والماتريدية: فرقة واحدة متفـقون في أصُول الدين على التوحيد، وتقد يــر الخير والشر، وفي شروط النبوة والرسالة، وفي موالاة الصحابة كلهم، وما جرى مجرى ذلك: كعـــد م وجوب الصلاح والأصلح، وفي إثبـات الكسب، وإثبات الشفـاعة، وخروج عصاة المُوَحِّـــد يــن من النار والخلافُ بينهم في مسائل قــليلة.

Karena sesungguhnya Ahli hadis dan Al asy’ariyah juga al maturidiyah adalah kelompok yang satu,mereka sepakat dalam usul usul [pokok] agama di atas tauhid,dan dalam masalah taqdir baik dan jelek,dan dalam masalah syarat kenabian dan kerasulan,dan dalam pringkat semua para shahabat,dan yang berlaku dalam jalan yang telah di sebutkan seperti masalah tidak wajibnya bagi allah menghendaki al aslah dan sholah [yang terbaik dan maslahat] dan juga dalam masalah kasab pada hamba,juga dalam penetapan syafaat,dan masalahh akan kelauarnya ahli tauhid dari neraka,perbedaan di antara mereka cuma dalam hal yang kecil dan sedikit.

Lihatlah bagaimana ulama kalangan hanabilah juga mengakui aqidah ulama asyariyah…lalu sipakah yang pertama kali memisahkannya ??? dan siapa mereka yang mengikuti pendapat orang yang memisahkan itu???…………………………………….!!!

bercomentarlah dengan santun dan mendidik

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: