Membantah orang yang mengingkari melafadkan niat

25 Agu

Membantah orang yang mengingkari melafadkan niat

Imam ibnu qoyim menolak melafadkan niat sebelum shalat secara mutlak dalam kitabnya zaadul maad 1/51:

:”كان صلى الله عليه وسلم إذا قام إلى الصلاة قال : (الله أكبر) ، ولم يقل شيئا قبلها، ولا يلفظ بالنية ألبتة! ولا قال: (أصلي لله صلاة كذا مستقبل القبلة أربع ركعات إماما أو مأموما) ولا قال: (أداء ولا قضاء ولا فرض الوقت).

; Nabi SAW ketika beliau berdiri untuk shalat,beliau langsung berkata allahu akbar,dan tidak mengucapkan/melafadkan apa apa sebelaumnya, tidak melafalkan niat sedikitpun, dan tidak mengucapkan :Ushalli Lillah [Aku shalat karena Allah] Jenis shalat [Zhuhur, Ashar, ba’diyah, qobliyah,Menghadap qiblat, Empat raka’at, Sebagai imam,Sebagai makmum, Tepat waktunya…

وهذه عشرة بدع لم ينقل عنه أحد قط بإسناد صحيح ، ولاضعيف ، ولامسند ، ولامرسل -لفظ واحدة منها ألبتة! بل ولا عن واحد من أصحابه ، ولا استحسنه أحد من التابعين ، ولا الأئمة الأربعة”انتهى.

dan inilah sepuluh bid’ah, yang tidak diriwayatkan walau oleh seorang saja, tidak dengan isnad shahih, tidak pula dho’if (lemah), tidak pula berstatus musnad, tidak pula mursal, walaupun satu lafadz saja, tidak pula dari seorang pun shahabat, dan yang mengikuti mereka dengan baik, dari kalangan tabi’in, dan tidak pula imam yang empat [Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad -pent].

Penetapan dari IBnu qoyyim ini bertentangan dengan penetapan para fuqoha,karena fuqoha mengqiyaskan shalat kepada ibadah haji [di dalam berhaji,Rasul melafadkan niat ], karena ada kesamaan yakni keduanya ibadah,dan qiyas dalam hukum syara itu di bolehkan secara aqal dan juga terjadi secara syara menurut madhab empat sebagai mana di tetapkan oleh Imam Al amidi Rohimahullah dalam kitab al ahkam 3/64]

Oleh sebab itu tlah berkata Imam Ibnu Alan As syafii dalam syarah adzkar 1/54:
: “و(النية) محلها القلب كما دل عليه الدليل السمعي كخبر: ( التقوى هاهنا) ؛ ولأن الإخلاص اللازم لها محله القلب اتفاقا، فلايكفي النطق مع الغفلة عن استحضار المنوي بها.
نعم يسن النطق بها:
– ليساعد اللسان القلب.
– ولأنه صلى الله عليه وسلم نطق بها في الحج فقسنا عليه سائر العبادات.

; Dan niat tempatnya itu di dalam hati sebagaimana di tunjukan dalam hadis yang terdengar seperti hadis : taqwa itu tempatnya di sini],dan karena ihlas yang lazim itu tempatnya di hati secara mupakat para ulama,maka tidak cukup nutqu;mengucapkan niat tanpa di barengi menghadirkan hati terhadap yang di niatinya.ia di sunahkan nutqu supaya lisan membantu hati,dan karena Nabi SAW juga nutqu;melafadkan niat ketika berhaji,maka kami mengqiyaskan padanya terhadap ibadah ibadah yang lainnya.

– وعدم وروده لايدل على عدم وقوعه
– وأيضا هو صلى الله عليه وسلم لا يأتي إلا بالأكمل، وهو أفضل من تركه، والنقل الضروري حاصل بأنه صلى الله عليه وسلم لم يواظب على ترك الأفضل طول عمره.فثبت أنه أتى في نحو الوضوء والصلاة بالنية مع النطق، ولم يثبت أنه تركه والشك لا يعارض اليقين .
ومن ثم أجمع عليه الأمة في سائر الأزمنة
وبما ذكر اندفع ماشنع به ابن القيم في: “الهدي” على استحباب التلفظ بالنية قبل تكبيرة الإحرام”انتهى.
: Dan adapun tidak datangnya dalil tentang itu ,itu tidak menunjukan akan tidak adanya hal tersebut,dan juga sungguh Rasul SAW tidak melakukan sesuatu kecuali dengan yang lebih sempurna,dan itu lebih utama daripada meninggalkannya, dan adapun penuqilan hal itu jelas yaitu dengan keadaan Rasul tidak melanggengkan untuk meninggalkan hal yang lebih utama semasa hidupnya ,maka bisa di tetapkan bahwa beliau melakukan lafad niyat dalam umpama wudu dan juga shalat,dan tidak ADA hadis tsabit [tetap] yang menyatakan bahwa Rasul meninggalkan lafad niyat,maka keraguan tidak menghilangkan sesuatu yang yaqin ,oleh karena itu ulama sepakat atas hal itu pada setiap tempat dan zaman.dan dengan apa yang aku katakan ini,maka tertolaklah apa yang di buat oleh ibnu qoyyim dalam kitabnya alhadyu atas kesunahan melafadkan niat sebelum takbirotul ihrom.pent.

Tanbih; peringatan

1. Kitab al hadyu yang di kenal dengan nama zaadul maad,telah banyak mendapat kritikan para ulama,ada yang mengkritisi secara husus misal syaikh al alamh muhammad al arobi bin all tabani al magrobi dengan kitabnya yang bernama: at taqib al mufid ala jar’is syadid,beliau mengkritisi pendapat ibnu qoyim dalam masalah ini pada halaman 12

2. Ibnu qoyim dalam perkataannya sebagaimana di sebutkan di atas mengklaim bahwa tidak ada yang menggap baik seorang imam pun atas melafadkan niat,maka itu tidak tepat,karena al hafid ibnu hujaimah rohimahulloh sebagaimana dalam thobaqot syafiiyah 2/139 berkata:

:”حدثنا الربيعُ، قال: كان الشافعي إذا أراد أن يدخل فى الصلاة قال: بسم الله، متوجِّها لبيت الله، مؤدِّيا لعبادة الله”

Telah meriwayatkan kepada kami ar rabi,beliau berkata: Imam syafii ketika mau masuk untuk melakukan shalat,beliau berkata: bismillahi mutawajihan libaitillah muadiyan li ibadatillah:dengan nama allah,halnya menghadap kiblat,dengan memenuhi ibadah kepada Allah.

هذا والله الموفق لا رب سواه

bercomentarlah dengan santun dan mendidik

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: