Wafat Beliau (Al Bani ) dan Warisannya

1 Sep

Beliau wafat pada hari Jum”at malam Sabtu tanggal 21 Jumada Tsaniyah 1420 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 1999 di Yoradania. Karya-karya beliau amat banyak yang menjadi warisan kepada dunia Islam, sebagian sudah dicetak, namun ada yang masih berupa manuskrip, bahkan ada yang hilang, semua berjumlah 218 judul. Antara lain:

1. Adabuz-Zifaf fi As-Sunnah al-Muthahharah
2. Al-Ajwibah an-Nafi”ah ”ala as”ilah masjid al-Jami”ah
3. Silisilah al-Ahadits ash-Shahihah
4. Silisilah al-Ahadits adh-Dha”ifah wal maudhu”ah
5. At-Tawasul wa anwa”uhu
6. Ahkam Al-Jana”iz wabida”uha

Penutup

Walhasil, Syaikh Nashiruddin al-Albani bukanlah al-Hafidz yang berhak memberi penilaian status hadits. Jangankan menjadi al-Hafidz, untuk memenuhi kriteria sebagai ‘Muhaddits’ masih sangat jauh. Masihkah anda lebih percaya pada takhrij Albani dengan mengalahkah ulama sekaliber al-Hafidz Ibnu Hajar, al-Hafidz as-Suyuthi, adz-Dzahabi, dan ahli hadits lainnya ?

Sekali lagi, bahwa kami membuat tulisan ini serta mencantumkan didalamnya sebagian kecil judul-judul buku dan nama-nama ulama diatas yang mengeritik akidah atau keyakinan golongan Wahabi/Salafi dan pengikutnya ini, bukan ingin mencari kesalahan lawan atau ingin membongkar rahasia kekurangannya, tapi ingin menjelaskan para pembaca untuk selanjutnya mencari kebenaran; mengapa golongan Wahabi/Salafi selalu berani mensesatkan, mencela madzhab selain madzhabnya yang tidak sependapat dengan faham mereka. Begitupun sebagai benteng pertahanan aqidah yang selama ini dianut dan diamalkan para sahabat, tabi’in dan tabi’in setelahnya, serta para ulama setelahnya sebagai warasatul anbiya, yaitu aqidah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.

Setelah Anda membaca tulisan ini, dianjurkan kepada sekalian ummat muslim untuk tetap mencari ilmu lebih luas dan dalam lagi, lebih lebar dalam cakrawala serta wawasan informasinya, dengan tetap berfikir jernih dan objektif, mencari sumber yang valid dan absah, berhati-hati terhadap fitnah agama, mendapati guru atau pembimbing yang tsiqah yang bersanad muttashil kepada Rasulullah SAW serta selalu memohon kepada Allah untuk diberi petunjuk pada kebenaran yang haq.

Wallahua’lam

Firman Allah ta’ala yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat [49]:6 )

Semoga kita diberi petunjuk dan mendapatkan keselamatan dunia wal akhirah.

Ihdinashshiraathal mustaqiim.

Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi’alaihim waladlaalliin.

Amin.

“Apabila akhir umat ini melaknat generasi awalnya, maka hendaklah orang-orang yang mempunyai ilmu pada ketika itu menzahirkan ilmunya, sesungguhnya orang yang menyembunyikan ilmunya pada waktu tersebut umpama seseorang yang menyembunyikan apa yang telah diwahyukan kepada (Sayyidina) Muhammad sallallahu alihi wasallam”
[Imam Al-Bukhari – Kitab Tarikh 2/1/180]

bercomentarlah dengan santun dan mendidik

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: