HIKMAH 97-101 AT-THOYYU (melipat/menyingkat jarak/waktu)

3 Sep

97. “Menyingkat/melipat jarak yang hakiki ialah jika engkau bisa menyingkat jarak dunia ini, sehingga engkau dapat melihat akhirat itu lebih dekat kepadamu dari pada dirimu sendiri”.

Ath-thoyyu: terlipatnya bumi, sehingga jarak yang sangat jauh dapat ditempuh hanya dengan satu langkah sudah sampai.

Ath-thoyyu, juga berarti menghabiskan masa siang malam dengan sholat dan puasa semata-mata.

Dalam keterangan lain Ibnu ‘Athoillah berkata:  Andaikata Nur keyakinan itu telah terbit terang di hati mu, pasti engkau dapat melihat akhirat lebih dekat kepadamu daripada engkau akan pergi kesana, dan pasti dapat melihat segala keindahan dunia ini diliputi suramnya kerusakan dan kehancuran yang akan menimpa kepadanya.

HAKIKAT BALASAN DARI ALLOH

98. “Pemberian dari makhluk itu suatu kerugian, dan penolakan dari Alloh itu suatu pemberian kebaikan dan karunia”.

Ali bin Abi Tholib berkata: Jangan merasa adanya yang memberinikmat kepadamu selain Alloh, Dan anggaplah segala nikmat yang kamu terima dari selain Alloh sebagai kerugian. (yakni: diantara engkau dengan Alloh tidak ada perantara, maka semua nikmat yang kamu terima semata-mata dari Alloh, dan bila terjadi engkau merasa menerima nikmat dari sesama manusia, maka itu sebagai kerugian bagimu.)

Seorang Hakim berkata: Menanggung budi kebaikan dari manusia itu lebih berat dari pada sabar karena kekurangan(ketiadaan).

pemberian dari Makhluk itu, pada umumnya menyebabkan terhijab dari Alloh, sehingga tidak ingat pada alloh. dan merasa berhutang budi kepada sesama manusia, dan inilah letak kerugian moril. sebaliknya penolakan dari Alloh yang menyebabkan kita ingat Alloh itu, berarti suatu karunia nikmat yang besar dari Alloh.

 99. “Maha agung Tuhan, jika seorang hamba beramal kontan (segera) dan di balas kemudian hari”.

100.”Cukuplah menjadi balasan Alloh atas ketaatanmu jika alloh ridho menjadikan engkau ahli taat beribadah.”

Taufiq dan hidayah dari Alloh yang diberikan kepada seorang hamba itu sebagai karunia yang sebesar-besarnya bagi seorang hamba, sebab dengan hidayah dan taufiq itulah seorang hamba dapat menerima nikmat dan bahagia dunia akhirat.

101. “Cukuplah sebagai balasan dari Alloh pada orang-orang yang beramal,apa yang telah dibukakan Alloh dalam hati mereka dari kebiasaan melakukan taat dan apa yang di berikan Alloh pada mereka berupa kesenangan berdzikir kepuasan berkholwat,menyendiri dengan Alloh”.

Tidak ada nikmat didunia ini yang menyamai/menyerupai nikmat surga, kecuali nikmat yang dirasakan oleh ahli dzikir,dalam perasaan hati.

bercomentarlah dengan santun dan mendidik

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: