WAJAHNYA DILIPUTI DENGAN CAHAYA

5 Sep

“Kunjungan Terakhir Al-Habib Al-‘Arif Billah Al-Imam Al-Quthb Abdul Qadir Bin Ahmad Assegaf di Majelis Kwitang Jakarta”

Kunjungan beliau kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Dan kunjungannya kali ini merupakan akhir perjalanan Rihlahnya ke Indonesia. Hal itu diketahui melalui dokumen kunjungan beliau yang terhenti di tahun 1987, karena kesibukan beliau yang memang terlampau pada. Namun kunjungan beliau membawa kesan yang tiada tara hingga kini. Berikut secara singkat kunjungan terakhir beliau di Kwitang.

Di waktu Ahad pagi 11 Januari 1987 tepat jam 08.30 WIB al-Habib Muhammad al-Habsyi keluar dari kamarnya menuju mimbar dan langsung berkata kepada jamaah yang hadir: “Hadirin hadirat sekalian, pada hari ini beruntung. Karena kita akan kedatangan seorang ulama sebagai penggantinya Rasulullah. Sekarang saya akan sambut di depan sana dengan sepuluh rebana, nanti kita akan lihat wajahnya yang ada nurnya Rasulullah.”

Tatkala al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf tiba, jamaah pun semuanya berdiri dengan mengumandangkan shalawat kepada Nabi Saw.

Tiba saatnya dimana al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf menyampaikan ceramahnya, yang diterjemahkan oleh al-Habib Ali Assegaf. Diantara pesan beliau adalah jangan tinggal shalat dan saling kasih sayang terhadap sesama. Dan beliau pula berkata: “Hadirin, saya datang ke sini ingin mengambil keberkahan al-Habib Ali Kwitang. Seorang yang dicintai Allah dan RasulNya dan agar kalian tahu setiap hari Minggu di sini hadir ribuan malaikat dan pula hadir auliya’ (para wali) washshalihin. Dan pula hadir di sini Ruhul Musthafa Saw. Mereka menaruh perhatian yang besar ke Majelis ini. Karena majelis ini didirikan atas dasar takwa. Dan semoga saya datang kemari dapat pula menapaki jejak Shahibul Majelis.”

Selama al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf berceramah, seluruh jamaah menangis terharu sampai-sampai al-Habib Muhammad al-Habsyi Khalifatul Majelis berteriak: “Ya Rasulullah!” Yang membuat jamaah semakin terharu pula, al-Habib Ali Assegaf pada waktu itu tak bisa menahan harunya.

Berkata al-Habib Ali Assegaf kepada alfaqier (Antoe Djibrel): “Jamaah pada waktu itu baru memandang wajahnya al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf semuanya menangis. Dan pada waktu itu tidak ada yang tidak meneteskan air mata.”

Demikian secara singkat yang dapat alfaqier uraikan di dalam menyambut iftitah/pembukaan Majelis al-Habib Ali Kwitang tanggal 25 Agustus. Dan beberapa foto yang mungkin dapat dilihat hasil jepretan KH. Abu Naim Chofii silakan klik di sini:

Atau bisa kunjungi website kami di sini:

http://pustakamuhibbin.blogspot.com/2013/08/kunjungan-terakhir-al-habib-al-arif_4456.html

Disadur ulang dari tulisan al-Ustadz Antoe Djibrel. Semoga bermanfaat dan menaburkan keberkahan untuk kita semua. Aamiin

Link sadur : https://m.facebook.com/photo.php?fbid=499834710107206&id=347695735321105&set=a.356613851095960.85503.347695735321105&_rdr#499835830107094

bercomentarlah dengan santun dan mendidik

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: