TV RODJA, BID`AH-NYA KAUM WAHHABI.

10 Sep

TV RODJA, BID`AH-NYA KAUM WAHHABI. DAN SOLUSI TERBAIK BG PARA WAHABI ADALAH MENGHANCURKAN STASIUN TV RODJA DULU SUPAYA NGGA TERKENA ULTIMATUM BID’AH.
===================

Melihat TV adalah tergolong amalan bid`ah, dalam pengertian karena tidak pernah dicontohkan oleh Nabi SAW dan para salaf. Namun, kali ini kaum Wahhabi yang selalu mempromosikan diri sebagai kelompok anti bid`ah, justru terjebak oleh perbuatan bid`ah menurut definisi mereka sendiri, karena banyaknya keterlibatan tokoh-tokoh Wahhabi Indonesia dalam memunculkan amalan bid`ah dengan mengudaranya TV Rodja.
Acara-acara yang ditayangkan oleh TV Rodja, memang tampaknya menyerupai pengajian dan majelis ta`lim mencari ilmu agama, namun hakikatnya jika diteliti, adalah upaya kaum Wahhabi dalam menyesatkan aqidah umat Islam Indonesia.
Bagaimana tidak, warga mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut Ahlussunnah wal Jamaah bermadzhab Syafi`i, sedangkan isi acara yang ditayangkan TV Rodja adalah murni ajaran Wahhabi penganut Muhammad bin Abdul Wahhab Annajdi.
Padahal, kaum Wahhabi itu termasuk sekte sesat Mujassimah. Coba tengok salah satu keyakinan tokoh Wahhabi, yaitu Addarimi Alwahhabi (ini bukan nama Imam Addarimi ulama Sunni Ahli hadits). Addarimi Alwahhabi menulis buku tentang sifat Allah dengan menyebutkan:
ALLAH TURUN DARI ARSY MENUJU KE KURSI-NYA.
(kitab Annaqdl, halaman 73, terbitan Darul Kutub Al-ilmiyah yang dita`liq oleh Muhammad Hamid Alfaqiy). Pernyataan Addarimi Alwahhabi ini jelas-jelas menisbatkan kepemilikan jasmani yang dilakukan oleh pentolan Wahhabi terhadap Dzat Allah.
Addarimi Alwahhabi menggambarkan, bahwa Arys-nya Allah itu berada di satu tempat, sedangkan kursi-nya Allah itu berada di tempat yang letaknya lebih rendah dari pada Arsy. Lantas Allah yang di dalam firman-Nya menyatakan Arrahmaanu `alal `arsyis tawaa, diterjemahkan oleh kaum Wahhabi sbb: Allah itu duduk di atas Asry. Kemudian digambarkan oleh Addarimi Alwahhabi, bahwa terkadang Allah itu turun dari Arsy-Nya menuju Kursi-Nya yang berada di langit lebih rendah. Karena sudah dimaklumi bahwa Allah menciptakan langit itu berlapis hingga tujuh tingkat.
Inti dari ajaran Aqidah Wahhabi adalah, mereka meyakini bahwa Allah versi Wahhabi itu memiliki bentuk tubuh, dan saat ini Allah sedang berada di langit. Terkadang Allah duduk-duduk di-Arsy-Nya, namun tak jarang Allah ingin jalan-jalan turun menuju ke langit yang tingkatnya lebih rendah, karena Allah akan menikmati suasana istirahat duduk-duduk di kursi-Nya.
Lantas apa bedanya aqidah Wahhabiyah ini dengan keyakinan para penyembah berhala-berhala. Tuhan-tuhan berhala itu sengaja dibuat oleh tangan mereka dalam bentuk patung yang memiliki bentuk jasmani. Mereka berasumsi bahwa dengan tampaknya bentuk tuhan di depan mata, maka lebih memudahkan mereka untuk menyembah dan mengingtnya, lantaran sudah ketemu bentuk tubuh tuhannya itu.
Demikianlah gambaran aqidah asli pengelola TV Rodja yang diperkenalkan kaum Wahhabi untuk diikuti oleh kaum awam, dengan tujuan agar kaum awam dapat mengenal tuhan-nya kaum Wahhabi yang mempunyai bentuk tubuh seperti berhala.
Hal yang tak kalah penting untuk diwaspadai oleh umat Islam juga, adalah TV INSAN, SUNNAH TV, AHSAN TV, TV WESAL, serta tayangan Trans 7 yang ikut-ikutan menyiarkan dakwah sesat ala Wahhabiyah ini lewat tayangan KHAZANAH, maka hendaklah umat Islam membaikot TV Trans 7 dengan tidak menontonnya.
Stop, mulai sekarang dan seterusnya, hendaklah umat Islam tidak menonton TV Rodja, TV Insan, TV Wesal, SUNNAH TV, AHSAN TV, dan Trans 7 … !!

DAN DI KARNAKAN NONTON TELEVISI BID’AH DAN HARAM HUKUMNYA.
=================

wahabi indonesia adalah wahabi yang super bandel.

Juragan wahabi Syeikh Nashiruddin Al-Albani salah satu tokoh sentral Wahhabi telah mengharamkan anggotanya untuk menonton TV, sebagaimana dimuat oleh Majalah Assunnah edisi 04/Tahun I/1422 H, bahkah beberapa tokoh Wahhabi sekelas Syeikh Ustaimin dan Syeikh Muqbil, ikut-ikutan menjatuhkan fatwa haramnya menonton TV.
(sumber: http://www.muqbel.net).
Lebih-lebih, sebagian tokoh-Wahhabi itu ada yang memberi solusi jitu bagi para anggota Wahhabi kelas bawah demi memudahkan pengamalan fatwa-fatwa Wahhabi Teras, agar anggota Wahhabi kelas bawah dapat menghancurkan pesawat-pesawat TV, jika mereka menemukannya dimana saja berada.
Mencermati fatwa Nashiruddin Al-Albani serta tokoh-tokoh Wahhabi Teras lainnya, yang menghukumi bahwa siaran TV adalah Bid’ah Dhalalah karena tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW maupun para ulama Salaf, serta menghukumi semua tanyangan TV adalah haram, karena memuat gambar-gambar makhluk hidup (manusia dan hewan). Namun patut disayangkan, ternyata anda sebagai Wahhabi Indonesia tergolong Wahhabi Bandel yang tidak taat terhadap fatwa-fatwa sang JuraganNya malah beda-belain TV Rodja segala. TV Rodja itu adalah HARAM menurut hukum produk Wahhabi.

Beranikah wahabi memerangi bid’ahnya terlebih dahulu??? 

نص السؤال: ما حكم الاسلام فيمن يقتني التلفزيون في بيته ؟ و ما الفرق بين أن يشاهد الرجل المرأة الأجنبيّة سواءا على الطبيعة أو على شاشة التلفزيون وايضا ما الفرق بين أن تشاهدة المرأة الرجل على الطبيعة أو على الشاشة؟
نص الإجابة:
التلفزيون آلة فساد ، وهكذا الفيديوهات ، ولو لم يكن فيها إلّا الصور ففي الصحيحين عن أبي طلحة رضي الله عنه قال : قال رسول الله – صلّى الله عليه وعلى آله وسلّم – : ” لا تدخل الملائكة بيتا فيه كلب ولا صورة ” ، وإن قال قائل : إنّها ليست بصورة ، فنقول له العجائز أذكى منك يا فقيه! نعم سل العجائز هذه صورة أو ما هي ؟ ستقول العجوز : هذه صورة ، وسل الأطفال سيقولون : هذه صورة فلان . الله المستعان الله المستعان.
والرّسول – صلّى الله عليه وعلى آله وسلّم – أمر عليا بن أبي طالب ألا يدع قبراً مشرفا إلّا سوّاه ، ولا صورة إلّا طمسها، رواه مسلم في صحيحه.
هكذا أيضا النظر يقول سبحانه وتعالى : { قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ} [النور:31] وفي الصحيحيين عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله – صلّى الله عليه وعلى آله وسلّم – : ” كتب على ابن آدم نصيبه من الزنا مدرك ذلك لا محالة ، العينان وزناهما النظر ” وذكر بقيّة الحيث .
فالنظر إلى النسوة في التلفزيون محرّم ، والنسوة تنظر إلى الرّجل في التلفزيون محرّم ، دع عنك آلات اللّهو الطرب التّي فيها ، ودع عنك الأفكار المسمومة التي تذكر فيها والله المستعان.
المهم يا إخواننا الأمر يحتاج إلى التزام بالكتاب والسّنّة ، وإلى سيطرة على النّفس والله المستعان.

http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2966

bercomentarlah dengan santun dan mendidik

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: